BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Artikel/Opini

Urgensi Ketahanan Energi di Desa

Jaya Wahono, Anggota Masyarakat Pegiat Energi Biomassa Hutan Indonesia

Bank Dunia mengeluarkan laporan soal problem kesenjangan sosial dan ekonomi yang semakin membesar di Indonesia pada Desember 2015. Tingkat kesenjangan di Indonesia ditengarai naik lebih pesat dibanding banyak negara Asia Timur lainnya. Pada 2003-2010, 10 persen penduduk terkaya di Indonesia menikmati pertumbuhan tingkat konsumsi sebesar 6 persen per tahun setelah disesuaikan dengan inflasi. Adapun tingkat konsumsi 40 persen penduduk termiskin tumbuh kurang dari 2 persen per tahun.

AGROFORESTRI BERBASIS KOPI – HARAPAN BAGI PETANI KAWASAN HUTAN HULU LAMBUYA, KONAWE, SULAWESI TENGGARA UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN

Praktek agroforestri (kebun campur) berbasis kopi di Konawe, Sulawesi Tenggara, dengan naungan pohon-pohonan sudah jarang ditemukan. Hal ini terutama karena harga kopi yang sempat menurun sehingga menyebabkan petani beralih ke komoditas lain yang menguntungkan, yaitu kakao. Bantuan yang diberikan oleh pemerintah pun terfokus pada pengembangan tanaman kakao, dan sangat sedikit sekali penyuluhan diberikan seputaran kopi. Sehingga, kopi tidak menjadi komoditas yang menjadi sumber penghasilan utama petani.

Pandu Tanahair: Kaum Muda Sadar Desa


Mengutip amanat Nawacita, di mana negara Indonesia harus dibangun dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Dalam hal ini menjadikan desa berperan penting sebagai pilar kemajuan negara. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan peran serta masyarakat terutama kaum muda yang merupakan generasi penerus yang memiliki semangat tinggi serta sangat terbuka terhadap hal-hal baru.

Partisipasi Pemuda dalam Membangun Desa di Lombok Tengah

Pada tanggal 13 – 14 Januari 2016 bertempat di Embung Bual Desa Aik Bual Lombok Tengah, telah dilaksanakan workshop Persiapan Participatory Assessment. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyamakan persepsi semua peserta tentang hasil sementara Rapid Assessment (RA), termasuk didalamnya mengenai latar belakang, tujuan dan output dari Participatory Assessment (PA) di dua desa dampingan Konsorsium Hijau di Kabupaten Lombok Tengah yaitu Desa Wajegeseng dan Desa Aik Bual.

Peran Pandu Tanah Air dalam Optimalisasi Pertanian Yang Terintegrasi

Mendengar lahan kering kita langsung berpikir bahwa lahan tersebut miskin hara, tidak produktif bahkan tidak ada harapan untuk melakukan budidaya pertanian. Perlu kita ketahui bersama bahwa lahan kering merupakan sumberdaya alam penting terlebih di Lombok, menginggat semakin berkurangnya lahan produktif/lahan basah yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan.

Lokalatih Penyusunan Proposal Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM)

Mendengar lahan kering kita langsung berpikir bahwa lahan tersebut miskin hara, tidak produktif bahkan tidak ada harapan untuk melakukan budidaya pertanian. Perlu kita ketahui bersama bahwa lahan kering merupakan sumberdaya alam penting terlebih di Lombok, menginggat semakin berkurangnya lahan produktif/lahan basah yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan.

Pandu Tanah Air untuk Kemakmuran Hijau

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari kegiatan sebelumnya yaitu Rapid Assessment (RA) yang telah dilaksanakan pada bulan November tahun lalu sekaligus mengevaluasi temuan-temuan krisis sosial ekologi yang diperoleh dalam RA oleh peserta yang terdiri dari aparat desa lokasi program serta anggota Pandu Tanah Air yang selanjutnya akan digunakan untuk penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nantinya akan dilaksanakan oleh Pandu Tanah Air dalam 12 hari ke depan.

Kesepakatan Baru Perubahan Iklim

Kesepakatan Baru Perubahan Iklim
  Doddy S Sukadri
Ikon konten premium Cetak | 13 Januari 2016 Ikon jumlah hit 76 dibaca Ikon komentar 0 komentar

Kesepakatan Paris yang telah diadopsi di Paris pada 12 Desember 2015 merupakan kulminasi negosiasi perubahan iklim global yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun.

Sekitar 2.000 peserta Konferensi Perubahan Iklim yang hadir dalam puncak acara tersebut bergemuruh merayakan kemenangan ini. Presiden AS Barack Obama menyebut peristiwa isi sebagai ”historic” dalam sejarah perundingan multilateral.

Pages