BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

gender

Notes from South Sulawesi: Gender Diversity in Bugis Society

Posted on May 29, 2019 By Dr Leonardo Pegoraro

I recently took a three-day road trip in South Sulawesi with my senior AIC colleagues to deepen our awareness of the region ahead of our new four-year major research program, the Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR), which will be undertaken by a multi-disciplinary and bi-lateral team of researchers.

Bicara Kesetaraan Gender dari Sumatera hingga Papua

Bicara Kesetaraan Gender dari Sumatera hingga Papua

KUMPULAN HASIL LIPUTAN PESERTA
KESETARAAN GENDER DALAM DUNIA KERJA 2018

BUKU: Bicara Kesetaraan Gender dari Sumatera hingga Papua Buku digital ini berisi tentang kumpulan hasil liputan peserta keberagaman gender dalam dunia kerja.

 

Penulis:
KATEGORI CETAK
Supardi Bado - Media Totabuan, Ashri Isnaini - Pontianak Post
Andi Fauziah Astrid Abidin - Majalah Empati, Muhammad Kasim - Harian Suara NTB

KATEGORI ONLINE
Mustakim Ahmad - Metrotv.com, Alika Noor - Viva.co.id
Vessy Frizona - Suara.com, Ramah - kabarpapua.co
Yohanes Adrianus - nttonlinenow, Rachmawati - Kompas.com
Eni Muslihah - Kompas.com, Mega Dwi Anggraeni - Bandung Kiwari
Fitri Haryanti Harsono - Liputan6.com, Melki Pangaribuan - Satuharapan.com
Nurika Manan - KBR.ID

KATEGORI TV
Insany Syahbarwaty – INews TV Ambon, Sekar Sari Indah Cahyani – INews TV Lampung
Arik Tri Pangestuti - B-ONE TV, Agnes Thesia Sinambela - DAAI TV
Mentor
Bina Bektiati
Mustakim
Andi Muhyiddin
Penyelaras Akhir
Endah Lismartini
Febrina Galuh Permanasari
Putri Adenia
Penerjemah
Anita Rachman
Ulma Haryanto
Design and Layout
Robby Eebor

Cetakan Kedua: Desember 2018

ISBN: 978-979-3530-40-6

Penerbit:
ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN (AJI) INDONESIA

Panduan Reses Partisipatif

Panduan Reses Partisipatif

Penulis :
Lusia Palulungan Yudha Yunus
M. Ghufran H. Kordi K. M. Taufan Hidayat Puspita Ratna Yanti

Narasumber Ahli: Novaty Eny Dungga Irawati Harsono Ema Mukarramah Asmaul Khusnaeny Meyriza Violyta

Penerbit:
Yayasan Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia (BaKTI)

Taking parliament to the people in Indonesia

Stephen Sherlock - 28 Aug, 2018

Indonesia’s parliaments—at the national and regional level—are repeatedly measured in opinion surveys as having amongst the lowest levels of trust of any public institution. Only political parties consistently rate lower than the parliament. The biggest single reason why the public views the parliament so negatively is usually perceptions of corruption. Most voters also report that they rarely, if at all, meet with a member of parliament from their electoral district. The parliament clearly has a major PR problem.

10 Cara Menurunkan Ketimpangan Gender di Indonesia

Publikasi ini diproduksi dengan dukungan dari Uni Eropa. Isi dari publikasi ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab tim penyusun dan tidak mencerminkan pandangan Uni Eropa. Laporan ini disusun dengan dukungan OXFAM dengan tujuan untuk menyampaikan hasil penelitian dan untuk berkontribusi di dalam kebijakan pembangunan. Isi dan pendapat yang disampaikan di dalam laporan ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab penyusun dan tidak mencerminkan pendapat OXFAM

Pages