BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Artikel/Opini

Penulis: Enggar Paramita Setelah resmi memulai kegiatan bulan Juni lalu, tim AgFor Gorontalo bergerak cepat mengimplementasi berbagai kegiatan guna menyusun rencana kerja. Ketiga komponen proyek, yaitu matapencaharian (livelihood), lingkungan (environment), dan tata kelola (governance) bekerja mengidentifikasi dan menetapkan desa wilayah kerja proyek, memperkuat kerja sama dengan pemerintah lokal, melakukan sosialisasi, serta menggali data melalui sejumlah survei.  Di bulan Agustus–September, komponen matapencaharian melaksanakan survei jenis pohon prioritas di 12 desa di Kabupaten Gorontalo dan Boalemo. Survei ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pohon yang berkontribusi paling besar sebagai sumber penghidupan, dan dianggap penting oleh petani. Dengan menggunakan diskusi kelompok terfokus, petani diminta menyebutkan jenis pohon yang dianggap penting, mengemukakan alasannya, serta mengurutkan berdasarkan prioritas. Selain itu, informasi mengenai kendala yang dihadapi serta sumber bibit tanaman turut digali dalam diskusi partisipatif ini. Dalam menggelar survei, AgFor Sulawesi bekerja sama dengan lembaga lokal Jaring Advokasi Pengelolaan Sumber Daya Alam... read more..
Penulis: Enggar Paramita   Agroforestry and Forestry in Sulawesi (AgFor Sulawesi) dan Pemerintah Kabupaten Boalemo menandatangani Nota Kesepahaman yang menegaskan komitmen kedua pihak untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui pengelolaan agroforestri (kebun campur) dan kehutanan yang setara dan berkelanjutan.  Penandatanganan dilakukan di Hotel Putra Tunggal, Tilamuta, Boalemo, 5 November 2014, dan merupakan tindak lanjut dari lokakarya peluncuran proyek yang dilangsungkan bulan Juni lalu.  Nota Kesepahaman selain menjadi perwujudan kesungguhan kolaborasi juga mengetengahkan lingkup kerja sama kedua pihak yang di antaranya meliputi kegiatan peningkatan kapasitas, pelatihan, dan penelitian agroforestri; penyebaran dan pertukaran informasi agroforestri; pemberdayaan masyarakat berbasis agroforestri; dan peningkatan tata kelola sumber daya alam dan ekosistem secara berkesinambungan dan lestari. Dr James M. Roshetko, Senior Project Leader AgFor Sulawesi mengatakan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman, diharapkan AgFor dan Pemkab Boalemo dapat aktif bekerja sama dengan menyinergikan rencana kegiatan, sehingga dapat saling mendukung dan menguntungkan.... read more..
Insight: G20 needs economic reform for long-term growthTony Abbott, Canberra | Insight | Thu, November 13 2014, 9:11 AM In a few days, the leaders of G20 economies will arrive in Australia for the Brisbane Summit. Six years ago, the impacts of the global financial crisis reverberated throughout the world. While those crisis years are behind us, we still struggle with its legacy of debt and joblessness. The challenge for G20 leaders is clear — to lift growth, boost jobs and strengthen financial resilience. We need to encourage demand to ward off the deflation that threatens the major economies of Europe. The managing director of the International Monetary Fund, Christine Lagarde, has urged us to find new momentum with more growth, more jobs, better growth and better jobs. This means creating the right conditions for the private sector to succeed. It means having the willingness to use investment in infrastructure to boost growth. We cannot let recovery stall, which is why I will be asking G20 leaders in Brisbane to do more. At the 2011 G20 Summit, leaders discussed the necessity of political will. Leaders understood that the G20 is at its most effective when we commit to action... read more..
Ketika mendengar namanya disebut Presiden Jokowi (Joko Widodo) untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, penulis memerhatikan dengan seksama, dan benar adanya dia adalah Susi Pudjiastusti. Penulis mengenal sosok ini karena membaca beberapa artikel tentangnya. Dia membangun usaha dalam bisnis perikanan mulai dari nol hingga mempunyai maskapai penerbangan Susi Air. Perempuan hebat dan luar biasa. Tentu dia seorang yang cerdas, bahkan genius sebenarnya. Jika kecerdasan yang digunakan untuk mengelompokkan orang-orang cerdas dan genius itu merujuk pada kategori Howard Gardner, maha guru pendidikan Amerika Serikat yang terkenal. Kecerdasannya dibuktikan selama sekitar 33 tahun membangun bisnis perikanan dan maskapai penerbangan. Jangan salah! Hanya orang-orang cerdas yang bisa mengembangkan bisnis dari nol dan mempunyai kemampuan menggerakkan (memanejemeni) sumber daya manusia beraneka latar belakang untuk bekerjasama. Pendidikan dan Sekolah Kalau Susi tidak menginjakkan kaki sampai di Perguruan Tinggi (PT), itu benar! Tapi bukan berarti Susi tidak berpendidikan atau tidak terdidik. Orang menjadi terdidik tidak harus menempuh semua strata pendidikan formal, dari... read more..
  Workshop Penyusunan Renstra KIA Dinas Kesehatan Provinsi Halmahera Selatan di Hotel Boulevard Ternate, 25-26 September 2014 Workshop Penyusunan Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara didukung UNICEF dan BaKTI,  dibuka oleh  Radjagau, SKM, M. Kes, Kepala Bidang Pengembangan SDM Kesehatan Provinsi Maluku Utara. Dalam sambutannya, Radjagau menyampaikan bahwa Indikator nasional mengenai angka kematian Balita dan Ibu Melahirkan di Provinsi Maluku Utara mengalami stagnasi,  terutama setelah era desentralisasi.  Radjagau menambahkan bahwa Penyelenggaraan Workshop Renstra KIA dari Lintas Program Dinas Kesehatan dan SKPD Terkait  secara strategis dapat mendukung perencanaan daerah dimana Pemerintah Provinsi Maluku Utara, yang juga sedang menyusun RPJMD Provinsi. Lokakarya diikuti oleh berbagai instansi antara lain : Dinas Kesehatan Provinsi, Bappeda, RSUD, BPS, BKKBN, LSM, UNICEF Makassar dan Tim BaKTI.  Dalam pertemuan tersebut, diperoleh beberapa input dari sektor terkait diantaranya: Koordinasi lintas sektor lebih ditingkatkan sehingga tujuan yang ingin dicapai dalam Renstra dapat lebih optimal. Juga disinggung perihal penempatan tenaga... read more..
Lingkungan Hidup dan KehutananMengelola KeberlanjutanOleh: Brigitta Isworo L TAHUN lalu, Emil Salim, mantan menteri yang mengurus lingkungan hidup dalam rentang waktu 15 tahun di era Presiden Soeharto, menyatakan harapan terdalam, yaitu menyaksikan Indonesia tetap ada dalam 100 tahun kemerdekaannya. Wilayah negara sejahtera, adil, dan makmur. Gemah ripah loh jinawi.Syarat Indonesia tetap ada antara lain rakyatnya ada, wilayahnya ada, dan dengan modal wilayah itu, rakyatnya hidup dengan makmur, kemakmuran merata. Modal utama Indonesia adalah alam dan sumber daya manusia.Indonesia yang terbentang di khatulistiwa termasuk tiga besar negara pemilik hutan tropis dunia, menjadi tempat pertemuan arus Samudra Pasifik dan Hindia. Dengan kondisi seperti itu, Indonesia merupakan rumah megabiodiversity, keanekaragaman hayati (kehati), berjumlah miliaran. Kehati menjadi kekayaan yang diincar banyak negara maju.Meski pertumbuhan ekonomi mencapai dua digit seperti dicita-citakan, tanpa alam sehat dan lestari, mustahil ada kemakmuran. Pelanggaran amdal, kajian lingkungan hidup strategis, dan daya dukung lingkungan amat berpotensi melahirkan bencana. Bencana alam antropogenik—diakibatkan... read more..
  Parlemen (DPR/DPRD) adalah lembaga politik yang dibuat untuk menjembatani kebutuhan dan kepentingan rakyat dengan eksekutif. Karena itu, anggota parlemen disebut sebagai wakil rakyat. Mereka duduk di parlemen dengan memperoleh sejumlah fasilitas negara, yang tidak dinikmati oleh rakyat yang mereka wakili.  Agar anggota parlemen mempunyai hubungan langsung dengan rakyat yang diwakilinya, maka penerapan sistem pemilihan langsung dianggap ideal dalam menghasilkan anggota parlemen yang berkualitas. Pemilihan langsung dianggap ideal karena rakyat dapat mengetahui wakilnya di parlemen, sementara anggota parlemen selalu membangun hubungan dengan rakyat yang diwakilinya.   Namun, sejak pemilihan anggota parlemen dilakukan secara demokratis pada pemilihan umum (Pemilu) 1999 sampai sekarang, kinerja anggota parlemen tidak membanggakan—untuk tidak dikatakan buruk. Apalagi sejumlah permasalahan yang dilakukan oleh anggota parlemen ikut mencoreng parlemen di Indonesia, dari pusat (DPR RI) hingga daerah (DPRD). Berbagai studi mengonfirmasi mengenai kinerja parlemen yang tidak membanggakan itu. Rakyat pun merasa tidak diwakili oleh anggota parlemen yang dipilihnya. Sebanyak 65,5... read more..
Dinas Kesehatan Halmahera Selatan (Halsel) didukung UNICEF dan BaKTI, rampungkan dokumen Renstra Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) melalui Workshop Renstra KIA  di Malaria Centre Halsel, tanggal 16-17 Oktober 2014.   Dr.Juri Hendrajadi, Kepala Dinas Kesehatan Halsel dalam sambutannya menyampaikan bahwa Praktek Cerdas yang dipublikasikan BaKTI melalui Pengembangan Malaria Centre menjadikan Halmahera Selatan memperoleh pengharagaan nasional bidang Kesehatan untuk pengendalian malaria. Mengikuti keberhasilan tersebut Dinas Kesehatan kembali berinisiatif untuk menyusun perencanaan renstra program kesehatan keluarga  yang diharapkan menjadi dokumen yang tidak terpisahkan dari Renstra SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Dinas Kesehatan.  Tentunya Perencanaan yang baik akan menghasilkan dokumen bagi kebijakan pelayanan kesehatan dan dukungan penganggaran daerah.   Finalisasi renstra difasilitasi oleh Dr.Surahmat, Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan, dihadiri oleh Badwi M.Amin UNICEF Makassar dan Tim BaKTI. Sejumlah partisipan mengikuti workshop dari lintas program diantaranya  Pelayanan Kesehatan,P2PL, dan Farmasi.  Sedangkan lintas... read more..
Garis Kemiskinan Perlu Dinaikkan Oleh: CARUNIA MULYA FIRDAUSY USUL ekonom Bank Pembangunan Asia (ADB), Guanghua Wan, untuk menaikkan garis kemiskinan Indonesia bukan usul baru (Kompas, 22/8). LIPI telah mengusulkan pentingnya menaikkan garis kemiskinan nasional sejak 2011 (Kompas, 11/4). Pasalnya, garis kemiskinan (GK) absolut yang dibuat pemerintah menghitung penduduk miskin sejak tahun 1970-an bersifat top-down, di samping kelemahan lain (Firdausy, 2011, 2012, dan 2013). Akibatnya, GK absolut yang dihitung berdasarkan ekuivalen pengeluaran per kapita per bulan menjadi rendah sehingga banyak penduduk yang tidak merasa telah keluar dari jeratan kemiskinan.Tidak mudah Memang tidak mudah menaikkan GK absolut nasional. Selain karena alasan kompleksnya dimensi dan variabel menetapkan GK absolut itu (Sen, 1999; UNDP, 2004; dan Asra, 2010), ”ketakutan” pemerintah menerima kenyataan besarnya penduduk miskin juga menjadi penyebab utama. Barangkali pemerintah terlalu membayangkan mahabesarnya harga yang harus dibayar jika GK absolut dinaikkan sesuai dengan realitas kebutuhan hidup penduduk. Padahal, jika kita mau belajar dari pengalaman beberapa negara berkembang, khususnya Filipina dan... read more..
VISI PENDIDIKAN KITAPosted on Oct 14 2014 - 2:34pm by PoskomalutOleh :IVAN A HADARDirektur Eksekutif Indonesian IDE (Institute for Democracy Education); Koordinator Nasional TARGET MDGs 2007-2010Programmed for International Study Assessment (PISA) 2012, menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan peringkat terendah dalam pencapaian mutu pendidikan. Pemeringkatan tersebut dapat dilihat dari skor yang dicapai pelajar usia 15 tahun dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains. Selain mutu, sebenarnya visi pendidikan negeri ini, saat ini, juga perlu dipertanyakan. Betapa tidak.Sebagai negara bangsa, Indonesia (masih) berada dalam proses menjadi. Meminjam istilah Ben Anderson, Indonesia adalah sebuah imagined community, komunitas yang ”dibayangkan”. Untuk itu, dibutuhkan sebuah visi pendidikan yang membayangkan manusia Indonesia seperti apa yang kita inginkan.Perilaku menyimpang seperti yang banyak ditunjukkan para elit yang melakukan korupsi serta sikap (sebagian) masyarakat yang masih terkesan permisif terhadap tindakan dan pelaku korupsi, bisa dianggap sebagai salah satu indikasi kegagalan pendidikan saat ini. Karena, pendidikan seharusnya berperan menghasilkan manusia... read more..

Pages