Artikel/Opini
Pendidikan Anti KorupsiPosted on Mar 6 2014 - 5:39pm by Poskomalut
Oleh:IVAN HADAR
Direktur IDe (Institut Pendidikan Demokrasi); Koordinator Nasional Target MDGs (2007-2010); Ketua Dewan Pengurus DIAHI Maluku Utara
MARAKNYA berbagai kasus korupsi di Indonesia, termasuk di Maluku Utara, seharusnya menjadi keprihatinan luas.Namun, mencermati perilakukoruptif di kalangan elite ditambah masih kuatnya sifat permisif sebagian (besar) masyarakat kita, memunculkan pesimisme terhadap upaya pemberantasan korupsi di negeri ini.
Jangan-jangan, seperti yang pernah disinyalir oleh Bung Hatta puluhan tahun lalu,korupsi memang telah menjadi budaya yang merasuki karakter bangsa ini.Upaya pelemahan KPK lewat revisi KUHAP dan KUHP, ikut mendukung pesimisme tersebut.Padahal, keberadaan KPK oleh banyak pihak dipandang sebagai harapan terakhir.
Sebenarnya, selain institusi seperti KPK, dalam jangka menengah dan jangka panjang, dibutuhkan pendidikan anti-korupsise bagai bagian dari regenerasi bangsa dengan perilaku – tidak hanya kreatif, tapi juga – jujur, bertanggung jawab dan penuh dorongan untuk berbuat baik demi kemaslahatan diri, keluarga, masyarakat dan negeri tercinta ini.
Tertangkapnya “Wakil... read more..
Membangun Dari BawahPosted on Mar 4 2014 - 6:34pm by PoskomalutOleh:SARFAN TIDOREPegiat PILAS Mahasiswa Sosiologi UMMU
FENOMENA developmentalis (pembangunan) yang diperuntuhkan dibangsa ini dan dipraktekkan oleh pemerintah Indonesia utama adalah akumulasi ekonomi di tingkat Negara. Sebagaimana konsep pembangunan yang di bumikan oleh Rezim Soeharto, sebagai alternativ untuk mengatasi problem sosial yang terjadi di Negara Indonesia melalui kontrak politik dengan pemodal asing dengan menghadirkan investor asing dengan motif bahwa Negara Indonesia menyadari akan ketertinggalan dari Negara lain yang anggap maju. Maka perspektif yang digunakan adalah perspektif pertumbuhan atau sebut saja modernitas.
Pendekatan pertumbuhan mengacu pada penguasaan teknologi dianggap penting karena merupakan instrumen untuk mempercepat peningkatan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Disektor pertanian menghasilkan suatu proses perubahan melalui adopsi inovasi dalam system usaha tani yang dilakukan di Negara-negara berkembang yang kemudian dikenal dengan revolusi hijau. Pembangunan disektor pertanian kemudian di ikuti dengan sektor-sektor lain di pedesaan dan pelaksanaannya lebih condong pada... read more..
Visi Pembangunan DaerahPosted on Mar 4 2014 - 6:32pm by PoskomalutOleh:Nurcholish RustamPERSIRA Maluku Utara
SECARA normatif, demokrasi merupakan sesuatu yang secara ideal hendak dijalankan oleh sebuah negara, seperti pernyataan Abraham Lincoln ”government from the people, by the people and for the people” (pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat), yang dikenal sebagai konsep demokrasi klasik, dan biasanya dituangkan dalam konstitusi Negara, demokrasi adalah memperbincangkan tentang kekuasaan, atau lebih tepatnya pengelolaan kekuasaan secara beradab. Ia adalah sistem manajemen kekuasaan yang dilandasi oleh nilai-nilai dan etika serta peradaban yang menghargai martabat manusia, demokratisasi adalah memahami secara benar hak-hak yang kita miliki, menjaga hak-hak itu agar siapapun menghormatinya.
Samuel P. Huntington dalam karyanya gelombang demokratisasi ketiga (third wave democratization), mengemukakan bahwa prosedur utama demokrasi adalah pemilihan para pemimpin secara kompetitif, dipilih melalui proses pemilihan umum yang adil, jujur dan berkala, bahwa para calon secara bebas bersaing untuk memperoleh dukungan... read more..
Abdurrahman Syebubakar
Over the last couple of years Indonesia has made significant progress in reducing poverty, with the percentage of people living below the national poverty line falling from 19.14 percent of the total population in 2000 to 13.33 percent in 2010 and further to 11.66 percent in 2012.
But where do we stand now? The poverty story line changed in 2013.
According to the Central Statistics Agency (BPS), the number of poor people as of September 2013 was 28.55 million (11.47 percent), up by 0.48 million from 28.07 million (11.37 percent) in March 2013.
The number of people living on the brink of absolute poverty is estimated at 70 million. They could easily plunge into absolute poverty even at the slightest decline in their economic condition.
The gap between the poor and non-poor is also yawning. Indonesia’s overall Gini coefficient, which measures income inequality, worsened from 0.35 in 2009 to 0.41 in 2011 and 2012, indicating widening inequality in income distribution. Disparity among and within regions as well as across rural and urban areas is still considerably large.
Poverty incidence in Papua and West Papua is more than double the national average,... read more..
Tahun 2013 berlalu begitu cepat. Begitu pula dengan dukungan pelaksanaan proyek Knowledge Management (KM) BaKTI untuk AIPD yang berjalan begitu cepat juga. Banyak yang sudah dicapai, namun tantangan yang dihadapi juga masih ada dan perlu solusi yang cepat. Dari target output yang diinginkan adalah mencapai 50% dari target pencapaian output namun sampai akhir tahun 2013, dari hasil baseline baru 30% angka yang mewakili keberhasilan pencapaian program. Berdasarkan pendekatan program yang digambarkan dalam logical framework KM BaKTI, pencapaian itu masih dianggap wajar mengingat tahun 2013 pelaksanaan program tertunda dan menjadi tahun penetapan landasan untuk mengetahui keperluan dan kebutuhan masing-masing daerah yang tentunya memiliki tantangan yang berbeda pula.
Salah satu pencapaian yang baik adalah dengan advokasi yang berhasil kepada pemerintah daerah untuk melihat bahwa data pembangunan bukan hanya sebagai pelengkap saja. Dari hal tersebut muncullah komitmen yang tinggi dari pemerintah daerah untuk menyediakan tempat yang representatf untuk Pusat Data. Pemerintah Provinsi NTB sudah dari dua tahun lalu menyadari hal ini. Komitmen yang tinggi ini dijawab dengan memberikan salah... read more..
Oleh : A.M.Sallatu
Pokja Forum KTI Sulawesi Selatan/Koordinator Jaringan Peneliti KTI (JiKTI)
Perkembangan kehidupan kota dan perkotaan di dunia dalam beberapa dekade terakhir, semakin menunjukkan peran signifikan dan strategisnya sebagai wilayah penggerak utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi setiap negara. Kota dan perkotaan telah berkembang sangat dinamis dengan membawa dampak yang luas dalam perkembangan peradaban manusia. Dewasa ini di tanah air, sulit menyangkal bahwa perkembangan kehidupan kota dan perkotaan sudah menjadi simbol kemajuan. Realitas tersebut telah secara langsung berpengaruh pada perkembangan wilayah-wilayah lain disekitarnya. Dalam cukup banyak hal bersifat positif, tetapi tidak sedikit dampak negatif yang juga ditimbulkannya, baik dalam wilayah kota dan perkotaan itu sendiri maupun bagi wilayah-wilayah disekitarnya.
Di tanah air, bukan hanya jumlah kota yang semakin bertambah dari waktu ke waktu. Bahkan secara administratif dan politik, pada setiap kabupaten juga semakin dikukuhkan sebagai memiliki keberadaan ciri kehidupan perkotaan. Perimbangan antara ciri kehidupan kota dan perkotaan di satu pihak, dan ciri kehidupan perdesaan di lain pihak,... read more..
Oleh IVAN HADAR Direktur Eksukutif IDE (Institut Pendidikan Demorasi); Koordinator Target MDG (2007-2010); Ketua Dewan Pengurus DIAHI – Maluku Utara.
Pada 2014 sebagai tahun pemilihan umum yang banyak diyakini sebagai “tahun penentuan” bagi perjalanan bangsa ini, adalah menggelitik utuk mengajukan pertanyan berikut. Termasuk bagi Maluku Utara yang akan memiliki gubernur baru. Apakah keberpihakan para pemimpin dan kita semua kepada mereka yang miskin dan lemah akan tergambarkan dalam perilaku kita? Masih banyak yang pesimis mengamati kondisi saat ini. Betapa tidak. Mereka yang kaya, dari waktu ke waktu menjadi semakin kaya. Sebaliknya,mereka yang miskin atau hampir miskin menghadapi permasalahan yang membuat mereka semakin terpuruk. Dari segi makro ekonomi, perkembangan dunia pun menunjukkan kondisi yang kurang lebih serupa.Selama 35 tahun terakhir, peningkatan produksi global melejit sepuluh kali lipat, dari USD4.000 miliar menjadi lebih dari USD 40.000 miliar.Namun, pada saat yang sama, jumlah orang miskin meningkat hingga lebih dari 30 persen.Adapun porsi 47 negara termiskin dalam perdagangan dunia menyusut dari empat persen... read more..
Pemimpin Berwawasan Kependudukan
Oleh: Omas Bulan Samosir
TAJUK ”Indonesia Satu” Kompas beberapa waktu terakhir menampilkan figur pemimpin partai politik yang akan bertarung dalam Pemilu 2014.
Sangat sedikit di antara mereka yang memiliki pemahaman yang komprehensif tentang Indonesia. Isu yang diusung antara lain sebatas pada demokrasi, taat konstitusi, memerangi korupsi, perubahan, kekuatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, akses terhadap pekerjaan, peningkatan penghasilan dan daya beli, penanggulangan kemiskinan, kebersamaan, serta keadilan dan kemakmuran.
Indonesia butuh pemimpin yang memiliki pemahaman komprehensif tentang negara ini. Suatu pemahaman bahwa ada hubungan timbal balik yang erat antara dinamika kependudukan dan pembangunan. Pengetahuan akan situasi jumlah dan pertumbuhan, struktur umur dan jenis kelamin, persebaran spasial dan tingkat kelahiran, serta kematian dan migrasi penduduk dalam lima tahun ke depan akan menentukan keberhasilan seorang pemimpin masa depan.
Pengenalan akan karakteristik penduduk pemilih akan memudahkan parpol dan calon pemimpin membuat program dan janji pembangunan. Penanganan dinamika kependudukan yang tepat akan meningkatkan... read more..
Musdah Mulia
, Aktivis perempuan
Faktanya, 65 persen dari lulusan universitas di dunia adalah perempuan, bahkan 65 persen dari lulusan terbaik universitas juga perempuan. Tapi kepemimpinan perempuan di perguruan tinggi di Indonesia tidak sesuai dengan fakta itu. Tercatat hanya ada empat perempuan rektor atau ketua. Padahal, di negeri ini ada 97 perguruan tinggi negeri dan 3.124 perguruan tinggi swasta.
Lokakarya tentang minimnya kepemimpinan perempuan di perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Higher Education and Leadership Management menyimpulkan tiga faktor utama sebagai hambatan: budaya patriarkal dan faktor eksternal di sekitar perempuan; minimnya pengembangan pribadi dan profesional bagi perempuan; dan kurangnya kelompok perempuan aktif yang mampu menyebarkan semangat positif dalam mengambil peran kepemimpinan.
Ternyata hambatan paling mengemuka bukan soal kompetensi akademik, kemampuan ilmiah, ataupun pengalaman manajemen perguruan tinggi sebagaimana disyaratkan, melainkan lebih banyak terkait dengan nilai-nilai budaya. Sungguh sangat disayangkan, dunia pendidikan tinggi yang seharusnya mengajarkan pentingnya nilai-nilai egalitarian dan demokratis justru masih... read more..
Maudu Lompoa, Tradisi Merawat Alam dari Cikoang TakalarOleh Wahyu Chandra, Makassar, February 7, 2014 2:04 pm
Belasan orang berlari-lari kecil sambil memandu sebuah perahu kayu, menerobos hujan deras, melewati jalan becek. Tak satupun dari mereka mengenakan alas kaki. Mereka bersorak riang diiringi tabuh gendang dua orang remaja yang duduk di atas perahu yang dipandu itu. Sesekali rombongan berhenti, ketika tiang perahu tersangkut kabel listrik yang membentang membelah jalan di atas mereka.
Pagi itu, Kamis (30/1/14), bertepatan dengan 29 Rabiul Awal penanggalan Hjiriah, Warga Desa Cikoang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, diliputi rasa gembira dan syukur. Tak setiap hari mereka bisa meluapkan kegembiraan di jalan. Ada yang menari-nari di jalanan sepanjang Sungai Cikoang. Tak hanya anak-anak, juga orang dewasa. Menari, saling menyiram air laut dan lumpur.
Hari itu, mereka merayakan ritual tahunan disebut Maudu Lompoa bisa diartikan Maulid Akbar. Sebuah perayaan hari kelahiran junjungan Nabi Muhammad SAW, yang dirayakan di setiap 12 Rabiul Awal H. Disebut Maudu Lompoa karena Maulid ini terbesar sebagai puncak dari penyelenggaraan di daerah itu.... read more..