BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Artikel/Opini

Badan Usaha Desa dan KoperasiOleh: Suroto SEJAK UU Desa diterbitkan, muncul wacana pengembangan badan usaha milik desa. Ide ini menjadi bagian penting dari bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat desa sejak dimasukkan dalam klausul penting UU Desa. Badan usaha milik desa (BUMDes) adalah terobosan baru yang patut diapresiasi. Setidaknya ide ini bisa jadi bentuk baru kepemilikan bisnis masyarakat dan mendorong proses pemerataan ekonomi sampai ke desa-desa yang selama ini terabaikan. Namun, nasibnya jangan sampai seperti badan usaha unit desa (BUUD) yang bermetamorfosa menjadi koperasi unit desa (KUD) yang kini mati suri.BUMDes ini mirip badan usaha milik negara (BUMN) di tingkat pemerintah pusat atau badan usaha milik daerah (BUMD) di tingkat pemerintahan daerah. Sebagaimana diatur dalam UU, BUMDes adalah badan usaha yang dimiliki pemerintah dan masyarakat di tingkat desa atau kerja sama antardesa yang mekanisme pembentukannya melalui musyawarah desa.Sebelum ide BUMDes muncul, sebetulnya pada 1971 pernah ada BUUD. Ini dibentuk pertama kali sebagai proyek percontohan oleh Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terintegrasi dalam program... read more..
MEA dan Strategi KetenagakerjaanOleh: Moh Jumhur HidayatMASYARAKAT Ekonomi ASEAN secara efektif akan berlaku pada 1 Januari 2016.Kita hanya memiliki waktu tersisa satu tahun untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan besar sebagai bagian dari tekanan liberalisasi atau tantangan nyata globalisasi. Tentu berbagai aspek dalam perekonomian akan terdampak akibat munculnya komunitas ini, tak terkecuali masalah ketenagakerjaan.  Dalam bidang ketenagakerjaan, komunitas ini juga mengisyaratkan dibebaskannya mobilitas tenaga kerja intra-ASEAN dalam kerangka movement of natural persons yang segaris dengan pandangan WTO,  yaitu mobilitas kaum  profesional (highly skilled) akibat adanya kegiatan  perdagangan dan investasi.Dengan demikian, tenaga kerja yang tak masuk kategori profesional atau sangat ahli tak diperbolehkan mengakses pasar kerja ASEAN walau tenaga mereka dibutuhkan industriawan atau pengusaha yang tersebar di negara-negara ASEAN, terkecuali jika ada perjanjian bilateral yang membolehkannya.Dengan melihat postur angkatan kerja Indonesia yang masih didominasi tingkat pendidikan rendah dan masih dibutuhkannya kaum profesional Indonesia dalam pembangunan... read more..
Pemberdayaan PerempuanSenilai Setengah Satuan Kerupuk Oleh: Maria Hartiningsih KOMITMEN terhadap perempuan hanya pemanis bibir. Indeks Tata Kelola Pemerintahan 2014 menunjukkan, anggaran pemberdayaan perempuan di 34 kabupaten/kota di 33 provinsi rata-rata hanya Rp 589 per kapita perempuan per bulan, sedangkan harga satuan kerupuk warung Rp 1.000. Temuan Indeks Tata Kelola Pemerintahan (IGI) 2014 Kemitraan mengungkapkan rendahnya rata-rata anggaran terkait kesejahteraan, mencakup pendidikan, kesehatan, penanganan kemiskinan, dan pemberdayaan perempuan di tingkat kabupaten/kota. Meski bukan satu-satunya faktor, fakta tersebut bisa dikaitkan dengan banyak fenomena, seperti tingginya angka kematian ibu melahirkan (359 per 100.000 kelahiran hidup, tertinggi di Asia), kemiskinan, perdagangan orang, dan mengalirnya buruh migran. IGI 2014 mengingatkan agar angka dibaca teliti. Anggaran pendidikan yang mencapai 50 persen di sejumlah daerah ternyata 85 persennya untuk pembiayaan rutin. Sisanya pun belum tentu untuk perbaikan kualitas pendidikan. Dengan situasi seperti itu, entah apa yang terjadi saat Pasar Bebas ASEAN berlaku tahun 2015. Sayangnya, dimensi sosial, faktor penting dalam... read more..
  Fajrin Raharjo/Fotokita.net   Edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut saat ini belum merata dan masih terpusat di Pulau Jawa. Wilayah Indonesia Timur kurang mendapat perhatian. Padahal, Departemen Kesehatan pada tahun 2008 menyatakan, masalah gigi dan mulut termasuk 10 besar penyakit yang banyak dikeluhkan masyarakat Indonesia.  Hasil riset dasar kesehatan juga menyatakan sebanyak 25,9 persen penduduk di Indonesia mengalami permasalahan pada gigi dan mulut. Berangkat dari masalah tersebut, Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) kembali digelar dan difokuskan di wilayah Indonesia Timur.  BKGN ini diselenggarakan oleh Pepsodent, bekerja sama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) untuk memberikan edukasi serta pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat secara gratis. "Tahun ini kita fokuskan di Indonesia Timur untuk memastikan BKGN ini merata di sejumlah daerah. Kita berharap dapat memberikan pelayanan tak hanya di kota besar, melainkan di daerah pelosok Indonesia," ujar Relationship Manager Oral Care PT Unilever  Indonesia, Ratu Mirah Afifah di Pepsodent... read more..
  Oleh M. Ghufran H. Kordi K.   Pengamat Sosial Pada 23 September 2014 Yayasan BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) memperingati ulang tahunnya yang kesepuluh. Sesuai dengan namanya, peringatan ulang tahun BaKTI diisi dengan pertukaran pengetahuan dari orang-orang hebat dan menginspirasi di negeri ini, terutama dari KTI.   Sepuluh tahun bukanlah waktu yang panjang jika diukur dari umur sebuah institusi, apalagi umur manusia. Namun sepuluh tahun juga bukan waktu yang pendek bagi upaya mencapai suatu visi atau cita-cita. Tergantung pada perspektif orang untuk melihat dan menilai. Namun, dalam jangka waktu sepuluh tahun, BaKTI telah melakukan beberapa terobosan untuk perubahan dan kemajuan, terutama di kawasan timur Indonesia (KTI). BaKTI lahir pada momen dan waktu yang tepat, di samping mengambil posisi yang strategis untuk suatu perubahan ke arah yang lebih baik. BaKTI lahir enam tahun setelah berakhirnya rezim Orde Baru. Dengan demikian, BaKTI berada dalam situasi transisi demokrasi yang menuntut institusionalisasi infrastruktur dan suprastruktur bagi penguatan demokrasi. Di samping itu, demokrasi modern menuntut peningkatan kesejahteraan rakyat,... read more..
Kolaborasi, sinergitas dan koordinasi yang berkelanjutan adalah sejumlah kata kunci yang penting dalam proses pembangunan yang melibatkan begitu banyak pihak di dalamnya. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran utama dari dibentuknya Forum Komunikasi Mitra Pembangunan (FKMP) di Jawa Timur. FKMP ini adalah sebuah forum yang menjadi wadah koordinasi antara pemerintah daerah dengan berbagai Mitra pembangunan yang turut berpartisipasi dalam pembangunan di Jawa Timur melalui berbagai macam programnya. Semenjak tahun 2013 lalu, Australia Indonesia Partnership for decentralization atau AIPD telah memberikan dukungannya bagi pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menyusun wadah koordinasi ini sehingga bisa memberi manfaat bagi banyak pihak. Upaya tersebut telah berbuah manis dengan keluarnya surat keputusan Gubernur no 188/310/KPTS/013/2014 yang memberikan legitimasi atas berdirinya lembaga koordinasi Mitra Pembangunan bernama FKMP. Selama ini, partisipasi para Mitra Pembangunan, seperti LSM, NGO, Yayasan-yayasan, para Lembaga donor dan institusi non pemerintahan lainnya telah banyak memberikan kontribusi positif  bagi pembangunan ser membantu pemerintah, baik di tingkat nasional... read more..
Tegakkan Kedaulatan Pangan     Jumat, Agu 22 2014    Ditulis oleh  amex Catatan Dari Lenteng Agung OLEH : Rudy Rahabeat, (Pendeta Gereja Protestan Maluku) Seorang Dr Vandana Shiva, aktivitas ekofeminis cum pemikir dari India mampir di Universitas Indonesia memberikan kuliah publik bertajuk: Our Seeds Our Future. Strengthening Indonesia’s Food Sovereignity (18/8/14). Dengan gaya bicara yang provokatif dan cerdas Dr Shiva menantang para peserta (juga seluruh warga bangsa) untuk serius mengantisipasi masa depan dengan memperkuat kedaulatan pangan Indonesia yang baru saja merayakan 69 tahun kemerdekaan. Peringatan Dr Shiva ini sangat beralasan di tengah kondisi pangan dunia yang kian terancam, baik oleh perubahan iklim maupun terlebih dominasi perusahaan-perusahan multinasional dalam menguasai pangan dunia. Penetrasi industri pertanian berbasis teknologi canggih (yang kadang tidak ramah lingkungan) seringkali menyisahkan persoalan yang menyedihkan, khususnya bagi rakyat kecil. Cerita tentang sukses gagalnya Revolusi Hijau (green revolution) menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Kenyataan ini lebih diperparah. Lagi dengan gaya hidup sebagian anak... read more..
Mengungkap Hubungan Suku Mekongga dan Kerajaan Majapahit (bagian 2)Posted by Gugus Suryaman | Sunday, 24 August 2014    oleh: Suparman Ditemukannya gua berisi ribuan tengkorak manusia di Desa Lawolatu Kecamatan Ngapa Kabupaten Kolaka Utara Sulawesi Tenggara, menarik minat kalangan Arkeoleg. Untuk mendapatkan gambaran yang pasti, tim Arkeolog dari Makassar, Sulawesi Selatan datang ke Kolaka Utara untuk meneliti gua tengkorak tersebut.Tim peneliti yang terdiri dari Balai Pelestarian Cagar Budaya dan Universitas Hasanuddin Makassar pun menguak misteri yang terpendam dalam gua yang dipenuhi tengkorak manusia itu. Bahwa gua yang jarang dijamah manusia itu ternyata tempat penguburan suku Tolaki Mekongga pada abad 14 silam. Kesimpulan ini disampaikan setelah melakukan beberapa penelitian permukaan, serta informasi yang dihimpun dari masyarakat lokal setempat. Hal ini juga dikuatkan dengan adanya peti mati yang disebut Soronga oleh suku Tolaki Mekongga, yang tersimpan di dalam goa itu. Muhammad Natsir, peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar mengatakan, Soronga adalah sebutan peti mati dari suku asli yang mendiami wilayah Kolaka dan Kolaka Utara. “Kita telah... read more..
Mengungkap Hubungan Suku Mekongga dan Kerajaan Majapahit (bagian 1)Posted by Gugus Suryaman | Saturday, 23 August 2014   oleh: SuparmanSuku Mekongga adalah salah satu suku asli yang mendiami jazirah Sulawesi Tenggara. Daerah penyebaranya meliputi tiga kabupaten, yaitu Kolaka, Kolaka Timur dan Kolaka Utara. Dalam sejarahnya, suku Mekongga terbentuk dalam sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Mekongga.Masih jarang yang mengetahui bahwa dahulu telah terjalin hubungan antara suku Mekongga dan Kerajaan Majapahit. Yang tentunya nama Kerajaan Majapahit tak akan pernah lepas dari sejarah terbentuknya nusantara oleh mahapatihnya, Gajah Mada dengan Sumpah Palapanya.Dalam tulisan ini KendariNews.com akan mengulas sejarah yang lama terkubur beserta sejumlah bukti otentik, yang dapat membuktikan hubungan suku Mekongga dengan kerajaan Majapahit pada masa lampau. Tepatnya pada abad ke 14 Masehi atau sekitar dua ribu tahun silam.Tahun 2013 lalu, wartawan KendariNews.com bersama Tim Ekspedisi NKRI Koridor Sulawesi Subkorwil IX/Kolaka Sulawesi Tenggara, melakukan ekspedisi lapangan di wilayah pegunungan Kolaka dan Kolaka Utara. Tim menemukan sebuah gua yang dipenuhi tulang dan tengkorak... read more..
Persoalan Bangsa7 Masalah Mendasar Perlu Segera DibenahiPengantar Redaksi:Untuk mengetahui persoalan mendasar bangsa sebagai bahan masukan untuk pemerintahan baru, Litbang ”Kompas” mengadakan diskusi kelompok terfokus (FGD) pada 3, 4, dan 6 Juni 2014 di Jakarta, Medan, Makassar, dan Ambon. Hasil FGD dilaporkan mulai Senin ini hingga Sabtu secara berturut-turut. Narasumber diskusi bidang politik dan hukum: Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof Dr Deddy T Tikson, Senior Advisor Partnership Dr Abdul Malik Gismar, sejarawan Hilmar Farid, Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yuda, dan aktivis Ridaya La Ode Ngkowe. Moderator adalah dosen Filsafat UI, Dr Donny Gahral Adian. Hasil diskusi dirangkum Toto Suryaningtyas, Sultani, Ayu Pratama Siantoro, dan Ida Ayu Grhamtika.Paling tidak ada tujuh masalah dasar yang harus ditangani segera oleh pemerintahan baru nanti. Beragam persoalan bangsa ini tidak lepas dari penanganan pemerintah lama yang belum optimal sejak era reformasi digulirkan.Permasalahan pertama adalah penegakan hukum. Kedua adalah peraturan hukum yang tumpah tindih dan belum sejalan dengan Undang-Undang Dasar 1945. Ketiga, buruknya koordinasi, baik di dalam lembaga... read more..

Pages