Artikel/Opini
Agroforestry and Forestry (AgFor) Sulawesi, sebuah proyek yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani melalui sistem agroforestri dan pengelolaan sumber daya alam, kini memasuki tahap akhir implementasinya. Pada akhir bulan Oktober 2015, di Kabupaten Bulukumba sebuah lokakarya untuk strategi paska proyek AgFor dilaksanakan untuk membahas kesinambungan dampak positif kegiatan proyek AgFor.
Dengan didanai oleh Departemen Luar Negeri, Perdagangan dan Pembangunan Kanada, AgFor memulai kegiatannya pada tahun 2011 di empat kabupaten, yaitu Bantaeng dan Bulukumba di provinsi Sulawesi Selatan, serta Kolaka Timur dan Konawe di provinsi Sulawesi Tenggara. Capaian yang dihasilkan dan keinginan untuk menyebarluaskan dampak positif kegiatan proyek ini membuat bertambahnya wilayah kerja pada awal tahun 2014 di Jeneponto dan Gowa (Sulawesi Selatan), Konawe Selatan dan Kendari (Sulawesi Tenggara) serta kabupaten Gorontalo dan Boalemo (Gorontalo).
Memasuki tahun kelima implementasinya, beberapa strategi paska proyek AgFor mulai dilakukan. Salah satunya adalah lokakarya strategi paska proyek bersama pemerintah setempat. Tujuan dari lokakarya ini adalah untuk membagi hasil capaian (laporan... read more..
NTB Hijau merupakan salah satu program pembangunan Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Barat (NTB) yang tertuang dalam Program Kerja Gubernur. Program tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah NTB dalam menyelamatkan lingkungan dan konservasi hutan yang dilakukan mulai dari bagian hulu hingga hilir. Tidak hanya itu, Program NTB Hijau juga merupakan perwujudan dari Peraturan Gubernur (Pergub) No.51 tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.
Bak gayung bersambut, kehadiran Blue Carbon Consortium (BCC) di NTB melalui Proyek Pengelolaan Pengetahuan Tata Kelola Sumberdaya Pesisir Rendah Emisi mendapatkan sambutan baik dari Pemerintah Daerah Provinsi NTB. BCC diharapkan mampu menjadi mitra dalam mewujudkan cita-cita NTB menuju daerah yang rendah emisi. Proyek yang dilaksanakan oleh BCC mendapatkan dukungan dana dari Milenium Challenge Account yang merupakan kerjasama Indonesia dengan Amerika Serikat.
Untuk itu pada tanggal 17-18 November 2015 bertempat di Hotel Santika, Mataram, BCC melaksanakan lokakarya awal dengan tema “Proyek Pengelolaan Pengetahuan Tata Kelola Sumberdaya Pesisir Rendah Emisi”. Lokakarya ini dihadiri oleh perwakilan... read more..
Blue Carbon Consortium (BCC) melakukan konsultasi publik sebagai bagian dari rangkaian lokakarya yang dilakukan sebelumnya. Acara ini dilaksanakan pada tanggal 17-18 November 2015 bertempat di Hotel Santika, Mataram.
Konsultasi Publik yang dilaksanakan melalui pendekatan Focus Group Discussion (FGD) ini bertujuan untuk menyempurnakan rancangan program yang sebelumnya telah disusun oleh Tim BCC agar segala aktivitas yang dilakukan tepat sasaran dan nyata sebagai kebutuhan daerah dan masyarakat untuk mendatangkan manfaat yang lebih besar.
Lebih lanjut dijelaskan oleh BCC yang diwakili oleh Bapak Suyono, SE bahwa kebutuhan yang diidentifikasi melalui konsultasi publik ini merupakan kebutuhan yang menjadi isu bersama untuk semua SKPD di Provinsi maupun Kabupaten lokasi proyek MCA Indonesia. Bila hal ini sudah menjadi isu bersama, akan memudahkan semua pemangku kepentingan untuk membangun komitmen dan dukungan dari semua pihak. Selain itu, merupakan bagian dari tanggungjawab semua pelaku pembangunan untuk melaksanakan Peraturan Gubernur No.51 tahun 2012 tentang Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.
Melalui proses ini tim BCC dapat mengetahui potensi dan kekuatan yang... read more..
Kegiatan-kegiatan para lembaga penerima hibah untuk Proyek Pengetahuan Hijau yang dilaksanakan oleh Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia mulai terlihat di Provinsi NTB. Mitra konsorsium penerima hibah yang sudah menjalankan beberapa kegiatan di NTB adalah konsorsium yang terdiri dari Universitas Mataram, Technical Education Development Center (TEDC) dan KM Utama. Konsorsium ini akan melaksanakan kegiatan di 5 lokasi yaitu Kabupaten Lombok Utara, Barat, Tengah, Timur dan Kota Mataram.
Peka Sinergi Untuk Lombok
Pelatihan dan sertifikasi profesi teknologi energi terbarukan (PEKA SINERGI) untuk mengembangkan standar kompetensi nasional berbagai jenis energi baru terbarukan, memperkuat pelatihan TET baik di Universitas Mataram maupun di TEDC. Selain itu penerima hibah ini akan melakukan pelatihan untuk guru dari 12 SMK yang terpilih diseluruh kawasan Lombok dengan kegiatan sebagai berikut:
Memasang peralatan di 9 SMK di Lombok, membentuk lembaga sertifikasi profesi (LSP) keitannya dengan energy terbarukan, dan mendirikan tempat uji kompetensi (TUK) di UNRAM, SMK dan TEDC
Melakukan pelatihan asesor untuk kompetensi TET, dan uji coba pelatihan dan sertifikasi di UNRAM dan TEDC... read more..
Kegiatan pengelolaan pengetahuan hijau di Provinsi NTB sudah mulai dilaksanakan. Potensi dan aset desa di lokasi proyek pengelolaan pengetahuan hijau di NTB mulai juga diidentifikasi. Salah satunya adalah Desa Lendang Nangka Utara. Desa ini merupakan desa yang baru terbentuk diantara desa lainnya di Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur.
Potensi sumberdaya alam yang ada di desa ini meliputi pertanian, perkebunan, peternakan dan sumber mata air yang melimpah. Hal ini disebabkan oleh iklim, letak geografis dan sumberdaya alam desa yang mendukung. Untuk memanfaatkan potensi yang ada, maka diperlukan adanya inisiatif dan inovasi untuk mewujudkan ekonomi hijau, salah satunya adalah membuat desa Agrowisata.
Hal ini sejalan dengan tujuan Desa Lendang Nangka Utara yakni “Lendang Nangka Utara Menuju Desa Agrowisata 2016”. Masyarakat desa berpikir bahwa dengan adanya pengembangan desa agrowisata di daerah mereka akan memiliki manfaat bagi mereka sendiri, misalnya masyarakat bisa memasarkan produk unggulan, baik dari pertanian yang di budidayakan maupun dari sektor yang lain.
Lebih dari itu, agrowisata dianggap mampu melestarikan kearifan lokal yang dimiliki desa. Ditambah dengan cita-... read more..
Melihat kondisi awal di lapangan sebelum program dijalankan secara penuh adalah salah satu hal yang sering dilakukan oleh sebagian program pengembangan masyarakat. Hal ini disadari penuh oleh Millennium Account Challenge (MCA) Indonesia ketika akan melakukan proyek pengelolaan pengetahuan hijau.
Pada tanggal 12-14 November 2015, tim MCA Indonesia yang terdiri dari Direktur Hibah Pengetahuan Hijau Ibu Poppy Ismalina, Provincial Relationship Manager NTT Bapak Frans Harum bersama ke 4 District Relationship Manager Stefanus Segu, Abubakar, Umbu Randja dan Umbu Ndamu serta perwakilan Millennium Challenge Cooperation, Bapak Anthoni , mengadakan kunjungan lapangan ke 4 kabupaten di Pulau Sumba, yang menjadi wilayah program MCA Indonesia.
Kunjungan ini bertujuan mengidentifikasi aset-aset yang sudah ada di masyarakat baik kelompok maupun individu. Inisiatif ini bisa saja dibangun secara swadaya maupun yang didukung oleh program pemerintah maupun swasta. Harapannya kegiatan-kegiatan ini nantinya dapat dikembangkan dan didampingi lebih jauh oleh program MCA ndonesia.
Kegiatan-kegiatan ini tentunya akan dapat memberi manfaat yang lebih besar dan lebih luas untuk peningkatan kesejahteraan... read more..
Hibah pengetahuan hijau adalah hibah yang disalurkan melalui Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia sebagai bagian dari kegiatan Aktivitas Pengetahuan Hijau, dimana aktivitas ini merupakan salah satu bagian dari Proyek Kemakmuran Hijau.
Konsorsium Hijau merupakan salah satu hibah dari 7 hibah Aktivitas Pengetahuan Hijau dengan beranggotakan delapan institusi yang memiliki persamaan misi terkait promosi pembangunan hijau di Indonesia. Delapan institusi tersebut terdiri dari Universitas Atma Jaya, Badan Prakarsa Pemberdayaan Desa dan Kawasan (BP2DK), Rumah suluh, Universitas Brawijaya, Universitas Janabadra, Mubyarto Institute, dan Sajogyo Institute.
Pelaksanaan program langsung menyentuh titik pembangunan yaitu desa. Dimana tujuan besarnya adalah tercapainya Desa Cerdas, Maju dan Hijau demi keseimbangan pembangunan dan kelestarian alam. Desa seharusnya menjadi pusat kecerdasan dan kemajuan bangsa namun pembangunan ekonomi desa sering tersisihkan. Idealnya desa menjadi tempat perawatan dan pengembangan sumber daya alam dan manusia. Akan tetapi masih banyak terjadi krisis sosial ekologi.
Untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan peran serta masyarakat terutama... read more..
Pengetahuan hijau melakukan investasi dalam berbagai kegiatan yang akan meningkatkan keterampilan dan kapasitas para pelaku pembangunan dengn mengumpulkan dan menyebarkan pengetahuan mengenai energi terbarukan, pengelolaan sumber daya alam dan pertanian yang berkelanjutan. MCA Indonesia melalui Proyek Kemakmuran Hijau menunjuk satu lembaga atau konsorsium untuk melaksanakan kegiatan ini dengan mekanisme hibah.
“Kami sangat senang dan bangga karena dari sekian ratus proposal yang masuk ke Millenium Challenge Account (MCA) Indonesia, kami akhirnya lolos ke fase berikutnya sampai di tahap 7 proposal tersisa dan akhirnya terpilih,” sahut Wakil Rektor 4 Universitas Jambi, Prof. Dr. Ir. Zulkarnaen, MSc dalam sambutannya mewakili Rektor Universitas Jambi. Petuah adalah salah satu konsorsium yang menerima hibah dari Proyek Kemakmuran Hijau di bidang Hibah Pengetahuan Hijau.
Petuah adalah singkatan dari perguruan tinggi pengetahuan hijau merupakan konsorsium 7 perguruan tinggi di Indonesia yaitu Universitas Nusa Cendana, NTT, Universitas Udayana, Bali, Universitas Jambi, Jambi, Universitas Mataram, NTB, Universitas Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan dan... read more..
Bertempat di Ruang Pertemuan BAPPEDA Provinsi Jambi, pertemuan koordinasi kegiatan Proyek Pengetahuan Hijau dilaksanakan tanggal 18 November 2015. Acara ini dihadiri para pemangku kepentingan yang berasal dari SKPD di Provinsi Jambi dan 4 Kabupaten lokasi proyek MCA Indonesia yaitu Kab. Tanjung Jabung Timur, Merangin, Kerinci dan Muaro Jambi.
Kepala BAPPEDA Provinsi Jambi, Ir. H. Ahmad Fauzi, MTP dalam sambutannya mengatakan bahwa untuk membuat implementasi program berjalan dengan baik, diharapkan adanya perkenalan secara formal melalui pertemuan koordinasi dengan para penerima hibah dengan SKPD yang relevan baik itu di tingkap provinsi dan 4 Kabupaten lokasi Proyek Pengetahuan Hijau.
Dalam acara pertemuan koordinasi ini, MCA Indonesia dan 4 lembaga penerima hibah Proyek Pengetahuan Hijau yaitu konsorsium Petuah, LPEM UI, Green Konsorsium dan Yayasan BaKTI memaparkan tujuan mereka dalam kegiatan yang mendukung Proyek Kemakmuran Hijau di Provinsi Jambi dan 4 Kabupaten secara keseluruhan.
Format pertemuan dibuat dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi dalam tiga kelompok. Kelompok pertama digawangi oleh konsorsium Petuah dan LPEM UI. Sedangkan kelompok kedua diisi... read more..
Proyek Kemakmuran Hijau berupaya membantu pemerintah Indonesia untuk menciptakan kegiatan-kegiatan yang berbasis masyarakat untuk menjawab tantangan yang ada sehingga bisa mencapai pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan tata kelola sumber daya alam. Salah satu upaya tersebut dituangkan dalam kegiatan peningkatan kapasitas di beberapa daerah yang menyasar pada kelompok atau organisasi masyarakat khususnya kaum muda.
Kaum Muda Sadar Desa, di Kabupaten Lombok Timur, merupakan salah satu kelompok bentukan masyarakat yang didampingi oleh Konsorsium Hijau. Kegiatan awal yang dilaksanakan adalah dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Pertemuan BAPPEDA Kabupaten Lombok Timur, tanggal 13 November 2015.
Kepala BAPPEDA Kabupaten Lombok Timur dalam sambutannya menekankan agar Kaum Muda Sadar Desa bisa memiliki peran besar dalam pengelolaan sumber daya di tempat mereka. Salah satunya adalah dana desa yang diterima dari pemerintah Pusat. Merupakan potensi yang besar bagi Kaum Muda di Kabupaten Lombok Timur untuk mengelola dan memanfaatkan dana tersebut untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. Kepala BAPPEDA menganggap bahwa kaum medua merupakan penerus... read more..