BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Artikel/Opini

Mendengar lahan kering kita langsung berpikir bahwa lahan tersebut miskin hara, tidak produktif bahkan tidak ada harapan untuk melakukan budidaya pertanian. Perlu kita ketahui bersama bahwa lahan kering merupakan sumberdaya alam penting terlebih di Lombok, menginggat semakin berkurangnya lahan produktif/lahan basah yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan. Yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan kering adalah bahwa tanah pada lahan kering mudah terdegradasi, topografi umumnya berbukit dan bergunung, ketersediaan air tanah yang terbatas, lapisan tanah dangkal, mudah tererosi, dan kelembagaan sosial ekonomi yang lemah pada daerah tersebut.Menurut Prof. Sri Tejo Wulan dalam acara workshop yang diadakan oleh Konsorsium Hijau dalam rangka persiapan participatory Assessment (PA), yang diadakan di kabupaten Lombok Timur menawarkan ada teknologi utama dalam sistem pengolahan pertanian lahan kering. Konsep strategi alternatif yang paling tepat adalah implementasi pertanian yang terintegrasi/pertanian terpadu/Agroforestry berbasis sumberdaya lokal dengan cara pendekatan bisnis modern. Dalam konsep ini menekankan pada pemilihan tanaman dalam pola usahatani. Misalnya untuk usaha tani... read more..
Mendengar lahan kering kita langsung berpikir bahwa lahan tersebut miskin hara, tidak produktif bahkan tidak ada harapan untuk melakukan budidaya pertanian. Perlu kita ketahui bersama bahwa lahan kering merupakan sumberdaya alam penting terlebih di Lombok, menginggat semakin berkurangnya lahan produktif/lahan basah yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan. Yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan kering adalah bahwa tanah pada lahan kering mudah terdegradasi, topografi umumnya berbukit dan bergunung, ketersediaan air tanah yang terbatas, lapisan tanah dangkal, mudah tererosi, dan kelembagaan sosial ekonomi yang lemah pada daerah tersebut.Menurut Prof. Sri Tejo Wulan dalam acara workshop yang diadakan oleh Konsorsium Hijau dalam rangka persiapan participatory Assessment (PA), yang diadakan di kabupaten Lombok Timur menawarkan ada teknologi utama dalam sistem pengolahan pertanian lahan kering. Konsep strategi alternatif yang paling tepat adalah implementasi pertanian yang terintegrasi/pertanian terpadu/Agroforestry berbasis sumberdaya lokal dengan cara pendekatan bisnis modern. Dalam konsep ini menekankan pada pemilihan tanaman dalam pola usahatani. Misalnya untuk usaha tani... read more..
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dari kegiatan sebelumnya yaitu Rapid Assessment (RA) yang telah dilaksanakan pada bulan November tahun lalu sekaligus mengevaluasi temuan-temuan krisis sosial ekologi yang diperoleh dalam RA oleh peserta yang terdiri dari aparat desa lokasi program serta anggota Pandu Tanah Air yang selanjutnya akan digunakan untuk penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nantinya akan dilaksanakan oleh Pandu Tanah Air dalam 12 hari ke depan. Pandu Tanah Air adalah sebutan bagi alumni Kursus Dasar Nasional yang beranggotakan generasi muda (usia 15 hingga 35 tahun) dari tiap daerah mitra Konsorsium Hijau yang telah dilaksanakan di Jogjakarta Desember lalu.  Pandu Tanah Air diharapkan dapat membangun kesadaran dini dan mampu menjadi agent of change dengan turun langsung ke lapangan, menggerakan kemampuan komunitas menuju kemakmuran hijau. Temuan-temuan krisis ekologi di masing-masing desa berbeda. Di Desa Kumbang krisis ekologi yang dihadapi adalah terkait isu berkurangnya cadangan air, kondisi tersebut diakibatkan oleh aktivitas penebangan hutan  yang berdampak pada penggundulan hutan dan bencana banjir pada tahun 2014. Selain itu kurang... read more..
Kesepakatan Baru Perubahan Iklim  Doddy S SukadriIkon konten premium Cetak | 13 Januari 2016 Ikon jumlah hit 76 dibaca Ikon komentar 0 komentar Kesepakatan Paris yang telah diadopsi di Paris pada 12 Desember 2015 merupakan kulminasi negosiasi perubahan iklim global yang telah berlangsung lebih dari 20 tahun. Sekitar 2.000 peserta Konferensi Perubahan Iklim yang hadir dalam puncak acara tersebut bergemuruh merayakan kemenangan ini. Presiden AS Barack Obama menyebut peristiwa isi sebagai ”historic” dalam sejarah perundingan multilateral. Konferensi Perubahan iklim yang disebut Conference of the Parties (COP) Ke-21 yang kali ini diselenggarakan di Paris merupakan yang terbesar dibandingkan COP-COP sebelumnya. Tak kurang dari 150 kepala negara, termasuk Presiden Joko Widodo, hadir saat pembukaan di hari pertama. Sekitar 40.000 orang yang datang dari 195 negara plus Uni Eropa turut hadir dalam konferensi yang berlangsung selama 12 hari itu. Jaga kenaikan suhu global Kesepakatan Paris berisikan 29 pasal, bertujuan untuk meningkatkan upaya dalam menjaga kenaikan temperatur udara di bawah 2 derajat celsius. Diupayakan kenaikan maksimalnya hanya 1,5 derajat celsius di atas temperatur... read more..
Sebagai tindak lanjut dari Kick Off Meeting dan Positioning Analysis CoE CLEAR yang dilaksanakan minggu lalu, pada tanggal 10 Desember lalu bertempat di Universitas Mataram tengah berlangsung FGD Positioning Analysis dan Penyusunan Roadmap CoE CLEAR oleh Konsorsium PETUAH. FGD ini bertujuan untuk memperoleh masukan dari peserta terkait Universitas Mataram sebagai Center of Excellent (CoE) Climate Resilience Agriculture (CLEAR) di Nusa Tenggara Barat. FGD ini dihadiri oleh beberapa perwakilan akademisi dari Fakultas Pertanian, Peternakan dan BMKG. Sebagai pengantar dari FGD dan untuk membangun pemahaman yang sama, diawali dengan presentasi dari Bapak Bambang Hari Kusumo (Universitas Mataram) mengenai Mitigasi dan Adaptasi terhadap Perubahan Iklim Hubungannya dengan Keberlanjutan Pembangunan Pertanian. Beliau mengemukakan bahwa  gas rumah kaca yang dihasilkan dari aktivitas manusia merupakan penyebab utama pemanasan global dan perubahan iklim. Gas Rumah Kaca (GRK) seperti CO2 (Karbon dioksida),CH4(Metan) dan N2O (Nitrous Oksida), HFCs (Hydrofluorocarbons), PFCs (Perfluorocarbons) and SF6 (Sulphur hexafluoride) yang berada di atmosfer dihasilkan dari berbagai kegiatan manusia... read more..
Indonesia sadar betul sebagai negara kepulauan dimana kegiatan ekonomi masyarakat bertumpu pada sumber daya alam dan sangat rentan terhadap perubahan iklim. Untuk itu Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebagai kontribusi pada penurunan emisi GRK secara global pada tahun 2020 sebesar 26% dengan upaya sendiri jika dibandingkan dengan garis dasar pada kondisi Bisnis Seperti Biasa (BAU baseline) dan sebesar 41% apabila ada dukungan internasional dan target ini kemudian ditambah menjadi 29% untuk upaya sendiri di tahun 2015. Untuk itu, pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN-GRK) yang merupakan pedoman perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi penurunan emisi Gas Rumah Kaca, Perpres ini mengamanatkan kepada provinsi bertanggung jawab dalam penyusunan Rencana Aksi Daerah Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAD-GRK) selambat-lambatnya 12 bulan sejak ditetapkannya Perpres RAN-GRK yang ditetapkan dengan Peraturan Gubernur. Pedoman Penyusunan RAD-GRK merupakan panduan bagi daerah dalam menyusun rencana aksi daerah dalam upaya mencapai target... read more..
Indonesia memiliki Potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) yang cukup besar diantaranya; mini/micro hydro sebesar 450 MW, Biomass 50 GW, energy surya 4,80 kMh/m2/hari, energy angin 3-6 m/det dan energy nuklir 3 GW (Kementerian ESDM, 2015). Potensi ini merupakan kekayaan alam yang bernilai strategis dan sangat penting untuk mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi. Mengingat peran strategis sumberdaya energi, pengelolaan energi yang meliputi penyediaan, pemanfaatan dan pengusahaannya harus dilakukan secara berkeadilan, berkelanjutan, dan optimal agar dapat memberikan nilai tambah yang sebesar besarnya bagi kesejahteraan rakyat.  Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki potensi energi terbarukan yang cukup melimpah, di antaranya energi air, panas bumi, angin, biomassa, biogas dan surya. Khusus untuk pulau Sumbawa, potensi energi hidro mencapai 67,5 Mega Watt, selain itu Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Panas Bumi Dompu sebesar 70 MW dan WKP Sembalun 69 MW. Meskipun memiliki potensi energi terbarukan yang melimpah namun pemanfaatannya baru dilakukan secara terbatas karena pertimbangan biaya dan teknologi yang terbatas.Yayasan BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) Makassar... read more..
Universitas Mataram sebagai salah satu mitra konsorsium PETUAH  dalam proyek Hibah Pengetahun Hijau MCA – Indonesia yang memiliki peran sebagai pusat pengetahuan hijau terkait dengan perubahan iklim akan mengembangkan pusat keunggulan (center of excellence/CoEs) untuk Climate Resilience Agriculture (CLEAR) di Nusa Tenggara Barat.  Tantangan tentang perubahan iklim yang terjadi saat ini paling berat khususnya pada bidang pertanian. Petani selalu menggunakan bahan kimia bersifat racun bagi organisme (hama dan pathogen) penggunan pupuk dengan intensitas tinggi, tanpa pasokan unsur mikro, menyebabkan terjadinya pengurasan unsur mikro di dalam tanah, produktivitas lahan menurun (terjadi degradasi lahan), ketidak-imbangan ketersediaan unsur hara berdampak pada penurunan kuantitas dan kualitas produksi pertanian (bahan pangan). Cara itu terbukti tidak menyelesaikan masalah secara tuntas, bahkan cenderung menimbulkan masalah baru yang lebih sulit diatasi; dan menghasilkan produk yang tidak sehat dikonsumsi (meracuni konsumen), apabila dibiarkan, secara terus menerus dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap kualitas tanah, pencemaran lingkungan dan kualitas dari hasil produksi... read more..
Bio-slurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik) di dalam ruang tertutup. Meskipun di sebut dengan ampas namun Bio-slurry memiliki manfaat yang sangat banyak, diantaranya bahan dasar pembuatan pupuk cair organik, pestisida organik, pengomposan, perlindungan benih, pakan ternak, dan  sebagai campuran media tanam Jamur serta pengembangan belut, lele dan cacing sutra.Banyaknya varian yang bisa dibuat dengan berbahan baku Bio-slurry tentunya menjadi peluang usaha yang sangat potesial. Sebagai gambaran potensi pasar lokal untuk kebutuhan pupuk organik, pada tahun 2013-2014 Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur membutuhkan Pupuk Organik sebanyak 5.000 Ton. Tidak hanya itu, dengan adanya program RPL (Rumah Pangan Lestari) dibutuhkan Pupuk Organik paling sedikit 3,3 Ton per desa, di mana masing-masing desa akan membuat sebanyak 600-700 polybag. Jika petani mampu memproduksi 1 ton dalam satu bulan dan dikalikan dengan harga yang saat ini dipasaran Rp 500/kg maka akan ada pemasukan tambahan sebesar Rp. 500.000/bulan. Namun sayangnya, kebutuhan Pemerintah Daerah yang begitu besar saat ini... read more..
Salah satu komitmen pemerintah Indonesia adalah menurunkan emisi gas rumah kaca di tahun 2020 sebesar 26% hingga 41%. Salah satu keuntungan yang dimiliki Indonesia adalah memiliki lebih dari 17,500 pulau dan 8,100 km garis pantai. Dari angka tersebut menggambarkan bahwa Indonesia memiliki sumberdaya pesisir yang kaya. Dibalik fakta tersebut, ekosistem yang beragam (seperti mangrove, rumput laut, dan terumbu karang) memiliki kandungan biomassa carbon yang tinggi. Bila ekosistem ini rusak, emisi “blue carbon” akan meningkat. Hal ini tentunya akan menjadi tantangan yang besar untuk pemerintah pusat dan daerah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca di Indonesia. Belum lagi efek negatif dari efek tersebut kepada masyarakat yang tinggal di daerah pesisir. Oleh karena hal tersebut, Strategi Pembangunan Rendah Emisi (SPRE) pada rencana pembangunan di tingkat nasional dan daerah, khususnya untuk daerah pesisir perlu didukung. Diperlukan kerangka strategis untuk menggambarkan aksi konkrit, Kebijakan, Rencana dan Program Implementasi (KRP) untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perbaikan pengelolaan lingkungan dan pemenuhan target pembangunan yang berpihak pada masyarakat pesisir dalam... read more..

Pages