BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Artikel/Opini

Oleh: Advertorial - 25 Agustus 2019Bagaimana pemerintah berupaya meningkatkan kualitas para guru? tirto.id - Kecintaan kita pada sosok Denias tak bisa dilepaskan dari kecintaan kita kepada Maleo—seorang tentara yang ditugaskan di Desa Bonea, pedalaman Papua, namun kerap mengisi waktunya dengan mengajar anak-anak di sana. Denias, Senandung di Atas Awan (2006) adalah film besutan sutradara John De Rantau yang berhasil memotret sisi getir pendidikan kita. Dalam film yang terinspirasi dari kisah nyata tersebut, publik melihat betapa semangat mengenyam pendidikan, terutama di sudut-sudut terpencil Indonesia, kerap bertolak belakang dengan sarana maupun prasarana pendidikan itu sendiri. Namun demikian, keterbatasan hanya tinggal keterbatasan. Keberadaan tenaga-tenaga pengajar yang penuh dedikasi seperti Maleo—juga guru-guru lain se-tanah air—menjadi cahaya bagi keberlangsungan peradaban kita. “Ia tak menjual madu, janji-janji beledu/ia hanya patut disebut ibu. Ibuku ibumu/karena ribuan anak telah melesat ke angkasa lewat pundaknya,” tulis penyair Iman Budi Santosa, dalam puisinya “Setangkai Bunga Buat Ibu Guru TK”. Guru, dalam tingkat pendidikan apa pun, memang serupa jembatan bagi... read more..
Alih Fokus Dana Desa, Perhatikan KetimpanganNurhady SirimorokTanpa menimbang faktor ketimpangan agraria, dana desa untuk penguatan ‘kualitas SDM’ boleh jadi hanya akan menguatkan mereka yang sudah kuat. Dana desa, pada periode ini, akan diarahkan pada pemberdayaan lewat penguatan sumberdaya manusia (SDM), demikian pernyataan pemerintah dalam sejumlah kesempatan. Bila sebelumnya pemerintah mendorong peningkatan infrastruktur, sekarang perbaikan kualitas manusia mendapat girilan. Peralihan butuh kehati-hatian. Penambahan dan perbaikan infrastruktur lazimnya merupakan kebijakan berwatak universal (universal coverage), semua orang bisa menggunakan jalan dan jembatan atau bangunan TK dan Pustu yang dilengkapi fasilitas memadai. Dengan demikian, infrastruktur punya peluang besar untuk menambal ketimpangan antarwarga. Sementara pembangunan yang menyasar SDM, di luar sistem sekolah yang dikelola pemerintah supra-desa, biasanya cuma bisa menyasar kelompok masyarakat tertentu. Hal semacam ini sering disebut kebijakan targeting. Dengan begitu, peralihan fokus ini membawa kita pada debat lama tentang kebijakan universal vs. targeting. Amartya Sen pernah menulis tentang sejumlah kelemahan... read more..
Oleh Themmy Doaly [Tomohon] di 21 August 2019 Kota Tomohon, Sulawesi Utara, menggelar Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019 pada 8-13 Agustus 2019 TIFF digelar untuk meningkatkan jumlah wisatawan, sekaligus mempertegas identitas Tomohon sebagai Kota Bunga. Warga Kota Tomohon memang berhasil membudidayakan varietas krisan atau seruni dalam nama lokalnya, berwarna putih dan kuning Puncak acara TIFF yaitu parade bunga yang diikuti oleh 32 kendaraan hias perwakilan seluruh Indonesia dan beberapa negara sahabat Kota Tomohon, Sulawesi Utara, merias diri. Hiasan bunga memperindah sudut-sudut perkampungan hingga pusat perkotaan. Soalnya, pada 8-13 Agustus 2019, kota ini menyelenggarakan hajatan akbar: Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang kesembilan kalinya. Pagelaran itu bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan, sekaligus mempertegas identitas Tomohon sebagai Kota Bunga. Sejak lama, warga Tomohon memang telah membudidayakan dan menjual bunga. Dulunya, mereka masih mendatangkan bunga dari luar Sulawesi Utara. Namun, seiring tahun, warga setempat berhasil membudidayakan varietas krisan atau yang dalam istilah lokal disebut seruni. “Krisan putih, namanya kulo. Yang... read more..
Perubahan besar dalam cara sekolah dan madrasah Indonesia melakukan perencanaan dan penganggaranRatna Kesuma “Sistem telah membantu kami memonitor pelaksanaan kegiatan di sekolah.” “Rencana sekolah kami telah membaik, dan tidak berubah meskipun kepala sekolah diganti.” “Sekarang semua pemangku kepentingan dapat mengakses rencana dan anggaran sekolah, menciptakan proses yang lebih transparan dan meningkatkan akuntabilitas.” Fokus utama program Improving Dimensions of Teaching, Education Management and Learning Environment (ID-TEMAN) kami adalah untuk mendukung pemerintah menjalankan layanan pendidikan, termasuk pengelolaan sekolah. Dan, ini adalah beberapa tanggapan yang kami terima dari para kepala sekolah tentang sistem perencanaan dan penganggaran elektronik yang didukung oleh ID-TEMAN untuk dikembangkan dan diujicoba oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.   Mengapa dukungan ini penting? Selama 15 tahun terakhir, Indonesia telah memperkenalkan reformasi pendidikan secara menyeluruh dan mandat konstitusi untuk mengalokasikan setidaknya 20% dari APBN untuk pendidikan. Reformasi ini telah diimplementasikan dalam konteks desentralisasi pemerintahan secara umum, yang... read more..
Kepemimpinan dan Pelaku Kebijakan (Tanggapan Balik Opini Hasrullah) Oleh : A.M. Sallatu Perlu lebih ditegaskan lagi, mengapa cerdas otak patut disoal? Oleh karena para pengayom masyarakat tidak bisa hanya berpikir dan berprilaku sebagai kuasa pembuat aturan (rules supplier). Jiwa dan semangat mereka harus berada di tengah kehidupan masyarakat yang diayominya, sehingga yang mereka (para pengayom ini) butuhkan lingkungan kondusif untuk mengembangan fungsi fasilitasi, sebagai principal supplier. Disinilah cerdas otak dari kepemimpinan, yang mengindikasikan bijak dan berkarakter itu menjadi sangat mendasar pentingnya. Rules, lebih banyak membutuhkan otak cerdas. Para pangayom karena itu perlu disadarkan dan diyakinkan bahwa kehidupan telah berkembang sangat dinamis. Kebutuhan akan principal agent harus lebih mengemuka. Untuk itu, melalui kepemimpinan, yang perlu diciptakan adalah lingkungan agar komitmen atas prinsip- prinsip dasar berkembang subur. Lingkungan seperti ini tidak akan pernah hadir dalam suasana gamang dan labil, apalagi kalau penuh dengan intrik pendiktean dan pengancaman. Dalam kaitan semua diataslah perlu ada kehati-hatian dalam membandingkan kepemimpinan yang pernah... read more..
Musyawarah Perencanaan Pembangunan – Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Musrenbang RKPD) Provinsi Papua tahun 2020 menjadi sebuah momentum penting dalam pembangunan Papua. Ini adalah Musrenbang pertama yang diadakan dalam periode pembangunan Papua tahun 2018 – 2023. Dalam Musrenbang ini, Pemerintah Provinsi dan Kabupaten menyelaraskan rencana pembangunan yang diajukan dengan mengacu pada RPJMD Papua 2018 – 2023. Menyadari pentingnya Musrenbang RKPD 2020 ini, Pemerintah Provinsi Papua melakukan sebuah pendekatan inovatif dalam menyelaraskan perencanaan pembangunan daerah dan menamakannya Musrenbang Inspirasi. Musrenbang Inspirasi bertujuan menyediakan input bagi proses Musrenbang RKPD formal melalui pertukaran informasi dan pengetahuan antar pemangku kepentingan tentang praktik baik yang tepat guna untuk pembangunan Papua. Musrenbang Inspirasi mempertemukan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten dengan berbagai aktor pembangunan untuk saling bertukar pengetahuan tentang praktik-praktik baik pembangunan daerah. Kepala BAPPEDA Provinsi Papua, Drs. Muhammad Musaad, M.Si dalam sambutannya menyebutkan bahwa “Musrenbang Inspirasi ini memungkinkan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten serta... read more..
Oleh: Madina Nusrat/Ryan Rinaldy/Satrio Wisanggeni Dengan tenun, sekelompok ibu di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, melawan perdagangan orang. Di Indramayu mereka melawan melalui pendidikan. Anggota Kabar Bumi (Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia) Desa Tuppan, Batu Putih, Timor Tengah Selatan, NTT, menenun selendang, saat ditemui pada Jumat (5/7/2019). Jalan berbatu dan menanjak harus ditempuh menuju tempat tinggal sekelompok ibu perajin tenun yang tergabung dalam Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar Bumi) di Desa Tuppan, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Mereka berkomitmen melawan perdagangan orang dengan menjadi perajin tenun. Akses jalan yang buruk, dikelilingi tanah tandus, rasanya tidak mungkin membuat mereka mandiri secara ekonomi hanya dengan tenun. Apalagi proses pembuatan tenun memakan waktu lama dan harga jualnya di tingkat perajin masih rendah. “Sekarang kami sudah tak izinkan anak ke Malaysia. Di Kabar Bumi, kami baku tukar pendapat (saling tukar pendapat), pengalaman susah senang di Malaysia. Jangan lagi anak-anak berangkat ke Malaysia,” tutur Fransina (49), salah satu perajin tenun itu, yang ditemui awal Juli lalu.... read more..
oleh Ebed de Rosary [Lembata] di 22 July 2019 Masyarakat di Desa Lamatokan, yang hidup di pesisir Teluk Hadakewa, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur melakukan revitalisasi adat untuk melindungi laut yang disebut muro, atau larangan tangkap di sebuah wilayah laut untuk memberi kesempatan ikan untuk beregenerasi. Sejak aturan muro diberlakukan, nelayan mengaku hasil tangkapan menngkat. Ikan yang semakin banyak di wilayah larangan tangkap kemudian menyebar di zona yang diperbolehkan untuk ditangkap. Muro juga efektif dalam mencegah masuknya nelayan dari luar daerah yang melakukan pemboman, potas dan praktik penangkapan ikan tak ramah lingkungan. Peresmian muro dilakukan lewat ritual adat, suatu kearifan lokal dengan meminta restu leluhur dan sang maha pencipta. Puluhan lelaki dan perempuan memakai busana tenun ikat berkumpul di depan Kantor Desa Lamatokan. Pagi itu (12/05) rencananya akan digelar ritual sumpah adat untuk meresmikan wilayah muro yang berada di ujung timur Desa Lamatokan. Meski muro diberlakukan untuk wilayah pesisir laut, tapi ritual adatnya dilakukan di lokasi di wilayah perbukitan, namang namanya. Letaknya di kaki gunung api Ile Lewolotok. Tempat ini dipercaya... read more..
Di luar Konvensi 1951, melindungi pengungsi perubahan iklim di PasifikReporter: Elisabeth Giay Oleh Ian Fry Tidak diakui oleh komunitas global sebagai ‘refugees’ atau ‘pengungsi’, mereka yang terbengkalai karena bencana-bencana alam akibat perubahan iklim, tidak mungkin menerima perlindungan hukum yang pantas. Pada 2013, Ioane Teitiota dari Kiribati, meminta Pengadilan Tinggi Selandia Baru untuk mengabulkan banding yang ia ajukan, terhadap keputusan Pengadilan Tribunal Imigrasi dan Pengawal Perbatasan. Permohonan Teitiota, yang mencari suaka sebagai pengungsi perubahan iklim, telah ditolak oleh badan imigrasi negara itu. Tribunal itu menemukan bahwa Teitiota telah melakukan apa yang mereka sebut sebagai migrasi sukarela yang adaptif atau ‘voluntary adaptive migration’, dan bahwa keputusannya untuk migrasi ke Selandia Baru tidak dapat dilihat sebagai langkah yang ‘terpaksa’. Teitiota mengajukan banding atas penolakan ini dan proses bandingnya berakhir di Mahkamah Agung Selandia Baru. Sebelumnya, Pengadilan Tinggi negara itu telah mengemukakan bahwa, sehubungan dengan Konvensi Terkait Status Pengungsi atau Refugee Convention, Teitiota dianggap tidak menghadapi ancaman bahaya yang... read more..
oleh Bernadinus Steni* di 30 June 2019 Salah satu aspek penting dalam perdagangan pala adalah peran perempuan. Studi INOBU-AKAPe sepanjang 2018 di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, menunjukkan sejumlah alasan faktual dan kebijakan pentingnya peran perempuan. Tulisan ini hanya mengungkap sekilas masalah domestik yang dihadapi perempuan. Mulai partisipasi mereka dalam mata rantai pala, kebijakan pala sebagai tantangan pasar yang terkait dengan petani, pemerintah, maupun pemangku kepentingan. Informasi yang disampaikan bukan sebagai generalisasi persoalan. Tetapi, mencerminkan situasi sekaligus mencari solusi. Standar Pala Petani di Fakfak, Papua Barat, mengelola pala karena bernilai ekonomi dan yang menentukan adalah pasar. Karakter pasar menerima produk pala, tidak statis, melainkan fleksibel mengikuti tuntutan konsumen dan regulasi. Secara bersama, tuntutan tersebut menjadi ukuran yang diambil pasar sebagai standar transaksi. Perlahan, pala dihadapkan sejumlah ketentuan: kualitas dan kualifikasi, terlebih sanitasi. Salah satu yang paling umum adalah keamanan pangan. Indonesia sudah mengembangkan standar biji pala melalui SNI 0006 – 1993 dan versi update SNI 0006-2015 yang mengatur... read more..

Pages