BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Pesona Tambora Digaungkan ke Penjuru Dunia

FESTIVAL
Pesona Tambora Digaungkan ke Penjuru Dunia
Ikon konten premium Cetak | 12 Januari 2016 Ikon jumlah hit 85 dibaca Ikon komentar 0 komentar

JAKARTA, KOMPAS — Tambora dengan keindahan alam dan budayanya yang luar biasa digaungkan ke dunia lewat Festival Budaya Tambora, yang digelar ?11-16 April 2016. Festival yang merupakan kerja sama Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan harian Kompas ini diharapkan mendongkrak angka kunjungan wisatawan Nusantara dan mancanegara yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

KOMPAS/AGUS HERMAWANMenteri Pariwisata Arief Yahya, Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi bersama Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo memukul rebana bersama saat peluncuran Festival Pesona Tambora, Senin (11/1), di Jakarta. Sejumlah kegiatan dari festival, lari ultra, lari trail, hingga perkemahan pesepeda akan berpusat di Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat, 11-15 April 2016.

Pada peluncuran Festival Budaya Tambora (FPT) 2016, Senin (11/1), di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, NTB merupakan salah satu destinasi pariwisata andalan Indonesia. Kunjungan wisatawan ke NTB pada 2015 mencapai 2 juta orang, meliputi 1 juta wisatawan Nusantara dan 1 juta wisatawan mancanegara. Ia berharap, tahun ini jumlah wisatawan bertumbuh hingga 50 persen, menjadi 3 juta orang. Secara nasional, target pada 2016 adalah 12 juta wisatawan mancanegara dan 260 juta wisatawan Nusantara?.

Gubernur NTB Muhammad Zainal Majdi mengatakan, pariwisata di NTB memberi manfaat yang nyata bagi masyarakat. Semuanya menyepakati, Lombok dan Sumbawa dikaruniai banyak potensi wisata. Sumbawa jika disempitkan lagi didapatkan Tambora. "Kami memiliki wisata bahari, budaya, kuliner. Kami menetapkan 15 kawasan destinasi utama pariwisata di NTB, tapi itu belum mewakili semua keindahan di NTB," ujar Zainal.

FPT 2016 menyambung program Tambora Menyapa Dunia 2015 yang digelar untuk memperingati meletusnya Gunung Tambora di Kabupaten Dompu dan Kabupaten Bima, NTB, 200 tahun silam. Tahun lalu kegiatannya berupa gelar seni budaya, wisata minat khusus dan sport adventure, seminar, serta bakti sosial selama enam bulan, sejak Maret hingga Agustus 2015.

Berbagai kegiatan

FPT menggelar tiga kegiatan utama, yakni pra-festival, festival, dan pasca-festival. Kegiatan pembuka antara lain seminar mengenai wisata bahari, Rinjani menuju geopark dunia, dan Lombok wisata halal dunia. Kegiatan lain adalah peziarahan Tambora (pameran Tambora dan perjalanan wartawan) serta Gili Tapan (upacara lau, pertunjukan musik gambus lautan dan layaran film). Ada pula hajatan kopi Tambora.

Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo mengatakan, dibutuhkan komunikasi yang jitu untuk mempromosikan NTB hingga bisa mendunia seperti Bali, salah satunya melalui media sosial. Kegiatan utama berupa ultra run yang diharapkan menjadi brand yang dikenal dunia, seperti brand Bali Marathon di Bali.

"Kini, banyak orang berpikir, sebelum meninggal harus ikut Bali Marathon. Nah, NTB kita buat begitu. Sebelum meninggal, sudah pernah ikut ultra run di NTB," kata Budiman.

Pariwisata di NTB kini semakin mendunia dengan terpilihnya Lombok sebagai The World's Best Halal dan The World's Best Halal Honeymoon Destination pada ajang World Halal Travel Awards 2015 di Dubai, Uni Emirat Arab. Arief berharap, NTB bisa mengedepankan tema halal atau wisata yang ramah sebagai pencitraan destinasi untuk mendukung pencitraan Wonderful Indonesia. (?IVV/RUL)

Sumber: http://print.kompas.com/baca/2016/01/12/Pesona-Tambora-Digaungkan-ke-Penjuru-Dunia

Related-Area: