BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Manado Diselimuti Abu, Bandar Udara Ditutup

Erupsi Lokon
Manado Diselimuti Abu, Bandar Udara Ditutup
Ikon konten premium Cetak | 31 Agustus 2015 Ikon jumlah hit 169 dibaca Ikon komentar 0 komentar

MANADO, KOMPAS — Sebagian Kota Manado diselimuti abu menyusul letusan Gunung Api Lokon, Sabtu (29/8) tengah malam. Abu Lokon juga menutup landasan Bandar Udara Sam Ratulangi, membuat otoritas bandara menutup sementara penerbangan ke Manado.

Abu Lokon terlihat bertebaran di kawasan Winangun, Malalayang, dan Sario pada Minggu pagi. Sebagian masyarakat harus memakai masker saat beraktivitas. Abu Lokon terbawa angin hingga ke Manado dan Minahasa Utara yang berjarak sekitar 25 kilometer.

Pengamat Gunung Api Lokon dan Mahawu, Farid Ruskanda, mengatakan, letusan Lokon terjadi Sabtu 23.49 Wita, yang menyemburkan material abu setinggi 1.500 meter. Letusan susulan masih terjadi hingga Minggu pagi dalam intensitas kecil.

Farid mengatakan, letusan pada Sabtu malam sudah diprediksi menyusul peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lokon sejak pekan lalu hingga 28 Agustus. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi masih menetapkan status Siaga untuk Gunung Lokon.

Warga juga dilarang memasuki wilayah 2,5 kilometer dari kawah Tompaluan, yang menjadi batas radius bahaya.

Letusan Lokon, melalui kawah aktif Tompaluan, tergolong besar dalam dua bulan belakangan ini. Sejumlah warga mendiami kaki Lokon, sempat panik mendengar bunyi letusan pada tengah malam, didahului bunyi gemuruh.

Herdi Togas, warga Kinilow, mengatakan, sebagian warga Kinilow sempat berlarian keluar rumah. "Letusan Lokon terdengar bagai bunyi bom, membangunkan warga yang tidur," kata Herdi.

Abu letusan Lokon dirasakan masyarakat Minahasa Utara hingga Bandara Sam Ratulangi. Abu tebal menutup landasan bandara sepanjang 2,5 kilometer hingga Minggu siang.

Kepala Perum Angkasa Pura I, Ahmad Saungi, mengatakan, pihaknya terpaksa menutup Bandara Sam Ratulangi satu jam setelah letusan Lokon. Bandara baru dibuka pada Minggu siang sekitar pukul 13.00 Wita setelah landasan dibersihkan.

Berbahaya

Saungi mengungkapkan, banyaknya abu di landasan sangat berbahaya saat pendaratan pesawat. Ketika pesawat mendarat, abu bertebaran ke udara yang menutup jarak pandang. Abu Lokon juga dikhawatirkan masuk ke mesin pesawat.

Akibat penutupan bandara, ujar Saungi, belasan penerbangan menuju Jakarta, Ternate, Makassar, Denpasar, dan Surabaya, pada pagi hari, tertunda. "Kami tidak mau mengambil risiko dengan kondisi run way yang berdebu. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, langit di atas bandara bersih dari abu," katanya. (zal)

Sumber: http://print.kompas.com/baca/2015/08/31/Manado-Diselimuti-Abu%2c-Bandar-Udara-Ditutup

Related-Area: