BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

"Meop On Ate Tah On Usif"

“MEOP ON ATE TAH ON USIF” (BEKJERJA SEPERTI HAMBA, MAKAN BAGAIKAN RAJA)

 

Meop On Ate Tah On Usif adalah sebuah pepata tua yang bermakna sangat mendalam bagi masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara  khususnya bagi masyarakat Tiga Suap Raja yakni Biboki, Insana dan Miomaffo atau yang lebih populer dikenal dengan Biinmaffo.

 

Dahulu para orang tua sangat memaknai  arti kata Meop On Ate Tah On Usif dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana dapat kita dengar dari cerita para orang tua kita bahwa masyarakat pada zaman kerajaan tidak merasa kekurangan pangan dalam memenuhi kebutuhan dalam rumah tangganya sehari-hari, bahkan masih dapat memberikan upeti kepada raja dari hasil panen yang didapat, baik itu berupa Padi, Jagung Maupun Umbi-Umbian yang menjadi makanan pokok masyarakat di Bumi Biinmaffo. Dapat kita ketahui bahwa pepatah tua di atas mendorong masyarakat kita agar dapat bekerja dengan sekuat tenaga dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dengan cara bekerja seperti hamba dalam arti setiap orang baik yang bermata pencarian sebagai Petani, Nelayan, Pedagang, Wiraswasta maupun PNS masing-masing berusaha dengan sadar, tekun dan bekerja keras dalam profesinya sehingga dapat memperoleh pendapatan yang maksimal dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dan pada akirnya dapat menikmati hasil jeripayanya seperti Seorang Raja tampa merasa kekurangan.

 

Melihat fenomena yang terjadi sekarang ini, di Kabupaten Timor Tengah Utara sekarang sedang mengalami berbagai persoalan seperti kekurangan pangan, gizi buruk bahkan kemiskinan. Hal ini di sebahkan oleh salah satu faktor yakni malas bekerja. Masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara mulai melupakan/meninggalkan budaya kerja Meop On Ate Tah On Uif dan di ganti dengan budaya Instan yang dimanjakan oleh Pemerintah dengan program RASKIN. Padahal kalau mau di lihat ketersediaan lahan dan tenaga kerja produktif yang ada di masyarakat sangat mendukung apalagi ditambah dengan teknologi tepat guna yang ada sekarang ini.

 

Di Kabupeten Timor Tengah Utara sendiri kalau hanya sekedar memenuhi kebutuhan dalam rumah tangga bisa lebih dari cukup. Namun budaya malas yang sudah merasuk kedalam jiwa masyarakat membawa kita pada posisi yang terbelakang. Budaya kerjaMeop On Ate Tah On Usif merupakan sebuah kearifan lokal yang mesti di angkat kembali dan di terapkan dalam kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Banyak pemuda-pemudi kita yang pergi mencari kerja keluar daerah bahkan sampai ke luar negeri padahal di daerah kita banyak pekerjaan yang mesti kita kerjakan dan dapat menghasilkan sesuatu yang dapat menghidupi kelangsungan hidup kita. Kalau boleh meminjam syair lagu dari Keos Plus yang menyakakan bahwa “negeri kita adalah tanah surga, padi dan jagung cukup menghidupi kita”. Muncul pertanyaan mengapa mesti terjadi kelaparan/kekurangan pangan, gizi buruk dan kemiskinan. Kembali pada apa yang sudah di wariskan nenek moyang kita bahwa prinsip untuk hidup makmur adalahBekerja Seperti Hamba, Makan bagaikan Raja. Parcuma Pemerintah dan Pemerintah Daerah mengeluaran kebijakan berbagai program di masyarakat untuk mengatasi kekurangan pengan, gizi buruk dan kemiskinan tampa merubah budaya kerja yang ada di masyarakat kita.

 

                                                                        By. Orry Palle.

Related-Area: 
field_vote: 
Your rating: None Average: 5 (1 vote)