BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Angin Perubahan dari Engkangin

"Mile angin nao kamek ngago nao…Kamek mao berobah", ujar Lusianus Ilay Kader SDN 10 Engkangin, dalam bahasa Belangin. Ungkapan ini disampaikan dalam bahasa asli dari Desa Engkangin yang berasal dari kata dasar "angin" artinya "tidak". Bila diartikan adalah : “Bila tidak tahu, kami berusaha untuk cari tahu..kami ingin berubah.” Sebuah ketegasan akan keinginan agar pendidikan di desanya menjadi lebih baik.

 

Foto : Gotong royong warga Engkangin merehab gedung sekolah

 

Letak sekolah SDN 10 Engkangin yang tidak terlalu jauh dari kecamatan tidak menjamin pendampingan dan pengawasan di sekolah berjalan dengan optimal. Itu terlihat secara kasat mata dari infrastruktur sekolah dan jam masuk maupun pulang sekolah yang jauh dari SPM (Standar Pelayanan Minimal).

Angin perubahan positif dan antusiasme warga masyarakat terasa ketika KIAT Guru pertama kali masuk ke Desa Engkangin. Itu terlihat jelas saat sosialisasi program KIAT Guru di Desa Engkangin. Dari 40 undangan yg disebar, tapi yang hadir malah lebih dari 80 orang. Secara rutin warga bersama sekolah merehabilitasi sekolah secara swadaya dan gotong royong agar anak anak bisa lebih nyaman dalam belajar di sekolah dan di rumah, bahkan Tumenggung ( Kepala Adat) secara langsung dan rutin memberikan bimbingan tambahan kepada anak anak di sekolah agar bisa lebih memahami.

Program Kinerja dan Akuntabilitas Guru atau disingkat KIAT Guru ini dijadikan momentum untuk bangkit dalam mempererat kerjasama tiga pondasi pendidikan yaitu, sekolah, orang tua murid dan pemerintah desa, untuk meningkatkan mutu  pendidikan di desa.

 

Foto : Kegiatan Cross Visit antar sekolah dampingan KIAT Guru

 

"Perubahan mulai dari hal kecil", kata Petrus Uli Kader Desa Engkangin SDN 14 Tauk.  Maknanya, memulai dari hal kecil secara bertahap, itu yang dilakukan Kelompok Pengguna Layanan (KPL) dan Kader untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Dusun Tauk bersama sekolah. Saat merah putih tidak berkibar sejak lama di SDN 14 Tauk, karena tiadanya tiang bendera. Akhirnya kini anak anak bisa berupacara bersama setiap hari senin.

Kedua sekolah ini terletak di Desa Engkangin kecamatan Air Besar Kabupaten Landak, walaupun berada di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) dengan keterbatasan yang dihadapi tidak menyurutkan kedua KPL dan kader di dua  sekolah ini untuk bahu membahu dengan melakukan "Cross visit" untuk saling belajar dan membelajarkan dalam proses penilaian dan pelaksanaan janji masyarakat dan Guru, yang merupakan substansi dari program ini.

Bukan untuk "show up" dengan KPL dan Kader lain tentang pemahaman yang dimiliki, tapi merupakan sebuah kepedulian agar angin perubahan positif ini tetap berlanjut.

Penulis: 
Taufan Untung Wibowo Silitonga
Wilayah: 
Jabatan: 
Fasilitator Masyarakat