BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Program Manajemen Sarana Transportasi (MST) untuk Pelayanan Kesehatan

Tak Ada Lagi Kematian Karena Terlambat Ditolong
”Bagi seorang pekerja kesehatan, terlambat semenit nyawa seseorang jadi taruhan”

(Maria Yasinta Lowa, seorang bidan Desa di Flores NTT)

 

Menerima panggilan darurat merupakan hal yang kerap dialami petugas kesehatan, khususnya mereka yang bertugas di daerah-daerah terpencil. Terkadang panggilan emergency seperti itu datang dari 2-3 orang secara Mbersamaan. ”Bagi seorang pekerja kesehatan, terlambat semenit saja nyawa seseorang bisa jadi taruhan,” kata Bidan Yanti ketika menerima bantuan Motor dari Yayasan Kesehatan Untuk Semua (YKS).

Sayangnya masih banyak petugas kesehatan yang bekerja di desa terpencil tidak memiliki kendaraan operasional. Hal ini akan menyulitkan mereka terutama pada saat harus melayani panggilan beberapa pasien dalam satu waktu yang hampir bersamaan. Tidak sedikit kasus-kasus genting berakhir dengan kematian karena terlambat memberikan pertolongan. Apalagi di wilayah pedesaan sarana transportasi umum masih sangat minim.

“Syukurlah kendala yang saya hadapi selama sekitar 10 tahun bekerja sebagai bidan desa sudah teratasi dengan kehadiran Yayasan Kesehatan untuk Semua yang memberikan bantuan sepeda motor kepada saya bulan Maret 2009 lalu. Banyak masyarakat yang membutuhkan pelayanan dapat saya jangkau dengan lebih cepat. Meski baru 3 bulan berjalan, tak ada lagi kematian akibat terlambat pertolongan. Apalagi sepeda motor YKS dikelola dengan sistem khusus sehingga kendaraannya selalu siap pakai,”terang bidan Yanti.

Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) sejak tahun 2002 mengembangkan Program Manajemen Sarana Transportasi (MST) Kerusakan Minimum di NTT. Ini merupakan program pertama yang diimplementasikan di Asia dan berjalan sukses sampai sekarang. Program MST pertama dimulai di Lesotho, Afrika bagian Selatan, tahun 1991.

Setelah diimplementasikan pada Juli tahun 2002, Program Manajemen Sarana Transportasi (MST) untuk pelayanan kesehatan yang dikembangkan YKS telah memberikan dampak positif baik bagi petugas kesehatan maupun bagi masyarakat penerima manfaat, diantaranya;

  • Respon terhadap panggilan pasien lebih cepat
  • Meningkatnya cakupan wilayah pelayanan kesehatan
  • Meningkatnya akses informasi dan pelayanan kesehatan
  • Meningkatnya jumlah fasilitas sanitasi yang dipantau
  • Meningkatnya frekwensi layanan kesehatan bagi sekolah dasar

Ansel Demon, Petugas Kesehatan yang bekerja di Puskesmas Pembantu Epubele, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, menilai setelah adanya program MST kendaraan operasional selalu dalam keadaan siap pakai dan jarang, bahkan hampir tidak pernah terjadi kerusakan pada saat sedang melakukan pelayanan kesehatan.

Hal ini karena program yang dikembangkan YKS ini merupakan pendekatan yang teliti atas semua hal dalam menjalankan kendaraan secara efektif, dimana perawatan dilakukan pada semua kendaraan pada setiap interval yang ditentukan untuk menjaga agar kendaraan tidak rusak. Hal ini membuat kondisi sepeda motor tetap awet meski sudah 7 tahun dioperasikan, dibandingankan dengan kendaraan operasional dengan plat merah yang rata rata tidak bisa dipakai setelah 3 tahun.

Demi menjaga efektifitas penggunaan sepeda motor untuk pelayanan kesehatan, YKS bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, tokoh masyarakat, organisasi social kemasyarakatan dan berbagai LSM mitra. Mereka dilibatkan sebagai pemantau lapangan dan disertakan dalam setiap pertemuan monitoring dan evaluasi.

Fungsi pemantauan yakni melihat efektifitas penggunaan sepeda motor untuk pelayanan kesehatan, dan melaporkan kepada YKS setiap pelanggaran yang dilakukan pengendara kesehatan. Dengan demikian, pengendara kesehatan yang tidak mematuhi tata tertib pemanfaatan sepeda motor untuk pelayanan kesehatan, akan diberikan peringatan. Tindakan lainnya yang dilakukan adalah menarik kembali sepeda motor bantuan dan diberikan kepada pengendara kesehatan lainnya, baik dalam wilayah yang sama atau wilayah lain, bila pengendara bersangkutan masih melakukan pelanggaran. Penarikan sepeda motor juga bisa langsung dilakukan bila terjadi pelanggaran dengan kategori berat seperti kecelakaan yang terjadi karena mabuk.

Lebih dari itu, para pengendara kesehatan juga dikontrol melalui sebuah buku yang disebut logbook. Artinya setiap aktivitas pelayanan kesehatan dengan menggunakan sepeda motor selalu dicatat di dalam buku tersebut. Informasi penting lainnya yang juga dicatat adalah posisi spidometer awal saat berangkat melakukan aktivitas pelayanan kesehatan, tempat tujuan, jenis pelayanan yang dilakukan, kasus kesehatan yang ditangani, jumlah sasaran, dan spidometer saat berada di tempat tujuan. Semuanya di bukukan secara teratur untuk memastikan bahwa penggunaan kendaraan benar-benar untuk melakukan pelayanan kesehatan. Selain itu, dari logbook pengendara YKS bisa mendapatkan data pelayanan kesehatan di wilayah kerja dari masing-masing pengendara kesehatan.

Terkait dukungan pendanaan, YKS bekerjasama dengan beberapa individu, dan berbagai organisasi penggemar sepeda motor di dunia, diantaranya Riders for Health, Motorcycle Outreach (MOR), Yamaha Japan, ABATE of Indiana, ABATE of Alaska, South Suburban Chapter of Illinois, In Memory of Captain Ride dan lain-lain. Saat ini YKS juga sedang berupaya menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Flores Timur untuk memulai pendanaan program bersama. Khusus untuk pencarian dana lokal, bengkel YKS tidak hanya melayani servis sepeda motor YKS, tapi juga dijadikan tempat penjualan suku cadang kendaraan bermotor dan servis bagi umum.

AttachmentSize
feature-ntt_english.pdf0 bytes
Informasi Kegiatan
Kategori: 
Kesehatan
Propinsi: 
Nusa Tenggara Timur
Informasi Kontak: 

Mansetus Balawan Yayasan Kesehatan Untuk Semua Mobile 081339306242 Email yks_flores@telkom.net atau mans_motor@yahoo.co.id