BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Artikel/Opini

BaKTI Highlight 2016

Kegiatan Pertukaran Pengetahuan

Di tahun 2016 terdapat 65 event pertukaran pengetahuan  yang dilaksanakan di Kantor BaKTI yang dihadiri oleh 1541 orang peserta yang terdiri dari 774 orang perempuan (50.23%) dan 767 orang peserta laki-laki (49.77%) dan berasal dari berbagai latar belakang.  Event-event ini dilaksanakan oleh BaKTI dan juga mitra BaKTI, beberapa di antaranya adalah:

Mama Follo, Tidak Berhenti Peduli Perempuan dan Anak

Oleh M. GHUFRAN H. KORDI K.

Mereka yang peduli perempuan dan anak tidak hanya berada di kota-kota besar. Pun tidak hanya terbatas pada lembaga/organisasi besar yang mempunyai nama yang populer dan prestisius. Di kota-kota kecil yang berada di daerah terpencil dan pinggiran pun terdapat inidvidu-individu yang bekerja keras untuk kepentingan perempuan dan anak.

Muli, Gurunya Para Ibu

Oleh Agusnawati & M. GHUFRAN H. KORDI K.


Bagi aktivis dan pendidik kritis, nama Paulo Freire dan Ivan Illich adalah maha guru untuk pembebasan. Istilah konsientisasi (contiencizacao) atau penyadaran adalah istilah yang populer dan melekat dengan Paulo Freire. Baik Paulo Freire maupun Ivan Illich menekankan bahwa, pendidikan harus meningkatkan daya kritis, memberdayakan, membebaskan, dan memanusiakan.

Meningkatkan Kelembagaan Urusan Perempuan dan Anak

Oleh IBRAHIM FATTAH & M. GHUFRAN H. KORDI K. 

Sebagian besar masyarakat dan aparat pemerintah menganggap bahwa, urusan perempuan dan anak adalah urusan kecil atau urusan ecek-ecek. Anggapan ini berasal perspektif atau pandangan yang keliru yang berakar dari masyarakat patriarki yang memandang rendah terhadap perempuan dan anak. Perempuan ditempatkan sebagai manusia kelas dua setelah laki-laki, sedangkan anak semakin menjauh karena berada di kelas tiga setelah laki-laki dan perempuan dewasa.

Belajar Menjadi Jurnalis Warga di Bengkel Komunikasi

Proyek AgFor (Agroforestry and Forestry) Sulawesi bekerja sama dengan Yayasan BaKTI (Bursa Pengetahuan Kawasan Timur Indonesia) mengadakan Bengkel Komunikasi IX, suatu kegiatan berbagi pengetahuan lewat tulisan pada sosial media dengan tema “Saya Jurnalis Warga”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, tanggal 19—20 Juli 2016 di Kantor BaKTI, Makassar dan diikuti oleh 32 peserta dari berbagai instansi dan organisasi di Makassar, Kendari, Gorontalo, Bantaeng, dan Lombok.

Kaimana, Surga Energi Alternatif dari Ujung Timur Indonesia

Kaimana, Surga Energi Alternatif dari Ujung Timur Indonesia
Published by Anis Sa'adah at Jun 7, 2016

Dewasa ini cadangan minyak bumi semakin menipis. Keadaan ini terjadi karena sampai sekarang manusia masih bergantung pada salah satu jenis energi yang tidak lain yaitu bahan bakar minyak (BBM). ditengah keterbatasannya, BBM sendiri masih menjadi primadona pada setiap sektor kehidupan. Di sisi lain, kebutuhan energi terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.

Pemerintah Bantaeng Menetapkan Perbup Imbal Jasa Lingkungan Air

Peraturan Bupati No. 41/2015 yang ditetapkan tanggal 15 Desember 2015 merupakan peraturan resmi pemerintah setempat yang pertama di Provinsi Sulawesi Selatan mengenai imbal jasa lingkungan air. Setelah melalui proses panjang dan berlika-liku, kini masyarakat Kabupaten Bantaeng memiliki peraturan yang mengatur dasar-dasar pengelolaan sumber air, subyek dan obyek pemakai air serta hak dan kewajiban pihak yang terlibat di dalamnya.  

Kelompok Wanita Tani di SulSel : Pemberdayaan Perempuan untuk Ketahanan Keluarga

Kelompok Wanita Tani Cora Uleng terbentuk melihat buruh tani di Kabupaten Soppeng berpenghasilan jauh dari layak. Kegiatan kelompok ini yaitu budidaya tanaman sayur dan melakukan pengembangan usaha hasil olahan pangan seperti usaha kripik emping jagung dan rengginang.

Tukang Ojek Pun Dilibatkan

KESETARAAN JENDER
Tukang Ojek Pun Dilibatkan
Ikon konten premium Cetak | 22 Februari 2016 Ikon jumlah hit 82 dibaca Ikon komentar 0 komentar

Di dalam budaya patriarki, berlangsung ketidakseimbangan relasi kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Budaya patriarki semacam ini terjadi pada mayoritas suku di Indonesia. Namun, dengan berbagai cara, kondisi itu bisa diatasi sehingga keadilan dan kesetaraan jender bisa dicapai.

Pages