BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

gender

Taking parliament to the people in Indonesia

Stephen Sherlock - 28 Aug, 2018

Indonesia’s parliaments—at the national and regional level—are repeatedly measured in opinion surveys as having amongst the lowest levels of trust of any public institution. Only political parties consistently rate lower than the parliament. The biggest single reason why the public views the parliament so negatively is usually perceptions of corruption. Most voters also report that they rarely, if at all, meet with a member of parliament from their electoral district. The parliament clearly has a major PR problem.

10 Cara Menurunkan Ketimpangan Gender di Indonesia

Publikasi ini diproduksi dengan dukungan dari Uni Eropa. Isi dari publikasi ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab tim penyusun dan tidak mencerminkan pandangan Uni Eropa. Laporan ini disusun dengan dukungan OXFAM dengan tujuan untuk menyampaikan hasil penelitian dan untuk berkontribusi di dalam kebijakan pembangunan. Isi dan pendapat yang disampaikan di dalam laporan ini sepenuhnya menjadi tanggungjawab penyusun dan tidak mencerminkan pendapat OXFAM

Tukang Ojek Pun Dilibatkan

KESETARAAN JENDER
Tukang Ojek Pun Dilibatkan
Ikon konten premium Cetak | 22 Februari 2016 Ikon jumlah hit 82 dibaca Ikon komentar 0 komentar

Di dalam budaya patriarki, berlangsung ketidakseimbangan relasi kekuasaan antara laki-laki dan perempuan. Budaya patriarki semacam ini terjadi pada mayoritas suku di Indonesia. Namun, dengan berbagai cara, kondisi itu bisa diatasi sehingga keadilan dan kesetaraan jender bisa dicapai.

Making women visible

Could you tell us a bit about your background and your work at PEKKA?

I am the head of an NGO called ‘PEKKA’, or ‘Female-headed Household Empowerment’, that aims to empower women in female-headed families. PEKKA was established in 2002. We grew out of the ‘Widows Project’ an initiative kick-started by the National Commission of Violence against Women (KOMNAS Perempuan) to document the lives of widows in conflict zones. We work with about 1300 women’s groups in 19 provinces across Indonesia to strengthen their position as active citizens in society.

Komisi Nasional Perempuan Bekerja di Atas Bara

Komisi Nasional Perempuan Bekerja di Atas Bara

Oleh: Maria Hartiningsih

DANA  dan fasilitas terbatas bukan hambatan bagi Komisi Nasional Perempuan untuk menjalankan mandatnya secara optimal. Spektrum isu yang luas dan beragam terkait hak asasi manusia perempuan kian merebut ruang dalam diskursus publik empat tahun terakhir ini.

Pages