BEKERJA DAN BERBAKTI UNTUK KEMAJUAN KTI

Maluku Utara

Pertamina Ditarget Dirikan 14 Titik BBM Satu Harga Di Papua-Maluku

Jayapura (Antara Papua) – Manajemen PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VIII ditargetkan untuk mendirikan 14 titik “BBM Satu Harga” di 2018, di wilayah Papua-Maluku.

“Ada 14 titik di tahun 2018, itu mencakup Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara,” ujar Manager Fuel Retail Marketing Pertamina MOR VIII, Zibali Hisbul Masih, di Jayapura, awal pekan ini seperti dikutip dari Antara.

Kota Ternate masih kekurangan guru

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Ternate, Maluku Utara mengatakan bahwa hingga kini Ternate masih kekurangan tenaga guru, khususnya di kecamatan terluar Kota Ternate.
"Sejumlah mata pelajaran bimbingan dan konseling, guru pendidikan jasmani, guru seni budaya dan juga guru ketrampilan tenaga gurunya masih kurang," kata Ketua PGRI Kota Ternate Hadi Hairudin di Ternate, Sabtu.

WASH Facilitator for Kota Masohi/Maluku Tengah, SSEI Regional Office

The USAID Indonesia Urban Water, Sanitation and Hygiene 'Penyehatan Lingkungan Untuk Semua' (IUWASH PLUS) program is a five-year initiative to assist Government of Indonesia in increasing access to improved water supply and sanitation services as well as improving key hygiene behaviors among urban poor and vulnerable population.

Beasiswa Studi Singkat Malaria di Australia

Apakah Anda bekerja di sektor kesehatan di Nusa Tenggara Timur, Maluku, Maluku Utara, Papua, atau Papua Barat? Tingkatkan pengetahuanmu tentang penyakit malaria melalui studi singkat Pencegahan dan Pengobatan Malaria dari Australia Awards selama tiga minggu di Australia pada bulan April dan Mei tahun depan. Studi singkat ini adalah beasiswa penuh, dan mencakup biaya studi, perjalanan, akomodasi dan uang saku. Kirimkan aplikasi anda sebelum 31 Desember 2016.

AttachmentSize
Flyer Malaria.pdf358.82 KB

Harga Pala dan Cengkeh Terus Menurun

Komoditas Unggulan
Harga Pala dan Cengkeh Terus Menurun
1 Agustus 2015

TERNATE, KOMPAS — Sejumlah petani di Ternate, Provinsi Maluku Utara, mengeluh menyusul turunnya harga pala dan cengkeh. Saat ini, nilai pasar dua komoditas unggulan itu masing-masing Rp 70.000 dan Rp 95.000 per kilogram. Petani berharap pemerintah terlibat dalam proses pemasaran demi mengurangi permainan harga oleh tengkulak.

Pages